Gubernur Sulsel Sebut Sejumlah Toko Akan Dibuka Menjelang Lebaran

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nurdin Abdullah. Facebook

    Nurdin Abdullah. Facebook

    TEMPO.CO, Makassar - Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah menyampaikan sejumlah pertokoan yang memiliki banyak tenaga kerja di Kota Makassar akan dibuka menjelang Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah.

    "Ini mau Lebaran, toko ditutup semua, orang belanja di mana? Makanya semua toko-toko yang punya tenaga kerja banyak, ini akan kami buka," katanya di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar, Rabu, 6 Mei 2020.

    "Tetapi dengan catatan protokol kesehatan tetap dijaga, seperti menggunakan masker, jaga jarak, menyediakan tempat cuci tangan, hand sanitizer, ada scanner, kami pastikan orang yang masuk ke toko tidak ada yang positif," kata Nurdin Abdullah.

    Meski demikian, Nurdin Abdullah menyampaikan tetap ada pembatasan untuk kriteria toko yang bisa buka menjelang lebaran, apalagi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Makassar kembali diperpanjang selama 14 hari.

    Ia mengatakan telah meminta Wali Kota Makassar untuk merumuskan kriterianya dan memilah toko seperti apa yang diperbolehkan untuk dibuka menjelang lebaran nanti.

    Selain itu, bagi pemilik toko atau pengusaha ini akan diundang dan diberi kebijakan terhadap izin buka tokonya.

    "Hari ini kita buat kriterianya, tetapi catatannya harus patuh terhadap protokol kesehatan. Wali Kota Makassar akan mulai pilah dan dikumpulkan (pemilik toko), ini bukan lagi imbauan," ujarnya.

    Nurdin menyampaikan PSBB tahap dua ini bukan lagi tutup jalan, tetapi lebih masif mencari orang pembawa.

    Sementara tugas pemerintah sekarang, kata Nurdin Abdullah, adalah menyelamatkan usaha-usaha yang sudah hampir bangkrut maupun yang nyaris tutup.

    "Ini harus kami selamatkan. Cara kita selamatkan, kami dukung mereka, jangan justru tambah dipojokkan. Makanya kami akan undang semua pengusaha yang punya karyawan banyak," ucapnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.