Susi Pudjiastuti Jelaskan Perbedaan Mudik dan Pulang Kampung

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat acara diskusi

    Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat acara diskusi "Ngopi Bareng Presiden PKS" di DPP PKS, Jakarta, Senin, 20 Januari 2020. Edhy Prabowo dan Susi memiliki pandangan berbeda di beberapa persoalan kelautan dan perikanan, seperti soal ekspor benih lobster hingga sikap terhadap masuknya kapal Cina di perairan Natuna. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti ikut menanggapi soal ramainya perbincangan soal perbedaan antara pulang kampung dan mudik.
    Hal itu bermula lantaran beberapa warganet bertanya kepada Susi apa beda pulang kampung dengan mudik.

    Menanggapi hal itu, Susi menjelaskan bahwa kata mudik dan pulang kampung hanya berbeda pada jumlah hurufnya. "Pulang kampung ada 13 hurupnya ... mudik cuma 5 hurupnya," seloroh Susi melalui akun media sosial Twitter pribadinya, Kamis 23 April 2020.

    Tak hanya itu saja, Susi masih menanggapi beberapa pertanyaan lagi perihal polemik pulang kampung dan mudik. Warganet misalnya bertanya apakah pemilik maskapai Susi Air ini lebih suka menggunakan kata mudik atau pulang kampung.

    Susi pun menjawab, "Saya tinggal di kampung, saya orang kampung."

    Ramai perbincangan soal perbedaan antara pulang kampung dan mudik sebelumnya disampaikan oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Menurut Jokowi, mudik merupakan pergerakan orang ke kampung yang dilakukan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

    "Kalau yang namanya pulang kampung itu bekerja di Jakarta, tetapi anak-istrinya ada di kampung," kata Jokowi dalam acara Mata Najwa yang disiarkan Trans7 pada Rabu, 23 April 2020.

    Dalam acara tersebut, Jokowi mengatakan pulang kampung dilakukan oleh orang-orang yang bekerja di Jakarta namun memutuskan kembali ke kampung karena tak ada pekerjaan. Oleh karena itu, pernyataan orang nomor satu Republik Indonesia menjadi ramai diperbincangkan oleh para warganet di media sosial.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.