Laba Naik 10,8 Persen, Sido Muncul Andalkan Jamu dan Suplemen

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Irwan Hidayat, Direktur Utama Sido Muncul. TEMPO/Rully Kesuma

    Irwan Hidayat, Direktur Utama Sido Muncul. TEMPO/Rully Kesuma

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) mencatatkan kinerja yang bugar sepanjang kuartal I/2020.

    Dikutip dari laporan keuangan konsolidasian per 31 Maret 2020 yang diunggah perseroan di laman keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Sido Muncul berhasil membukukan kenaikan laba sebesar 10,85 persen menjadi Rp231,53 miliar. Dari laba semula Rp208,87 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. 

    Dari sisi penjualan, perseroan juga mengalami pertumbuhan menjadi Rp730,72 miliar, naik 2,39 persen dibanding kuartal I/2019 yakni Rp713,68 miliar.

    Hal ini membuat laba per saham atau earning per share perseroan meningkat dari posisi Rp14,03 menjadi Rp15,56.

    Adapun, segmen jamu dan suplemen menjadi penopang pendapatan perseroan yakni 68,45 persen, disusul oleh segmen makanan dan minuman sebesar 27,06 persen dan segmen farmasi yang hanya berkontribusi sebesar 4,49 persen dari total omset. 

    Produsen Tolak Angin tersebut juga berhasil menekan beban pokok penjualan sebesar 3,7 persen menjadi Rp323,19 miliar, dan menurunkan beban umum administrasi sebesar 3,43 persen menjadi Rp43,22 miliar.

    Bersamaan dengan itu, pendapatan lain-lain perseroan melejit 103,44 persen, dari semula hanya Rp3,74 miliar menjadi Rp7,62 miliar.

    Dari pos liabilitas, Sido Muncul mencatatkan penurunan liabilitas sebesar 5,41 persen menjadi Rp439,71 miliar. Di samping itu, perseroan juga mencatatkan kenaikan dari pos ekuitas sebesar 7,56 persen menjadi Rp3,3 triliun dibandingkan periode akhir tahun lalu.

    Sehingga, total aset perseroan juga naik 5,85 persen menjadi Rp3,74 triliun, dibanding periode 31 Desember 2019.

    Kas dan setara kas akhir periode kuartal I/2020 perseroan juga mengalami kenaikan sebesar 14,56 persen menjadi Rp1,04 triliun dibandingkan dengan akhir periode 2019 lalu sebesar Rp912,26 miliar.

    Disebutkan dalam laporan keuangan perseroan, pandemi Covid-19 tahun ini menyebabkan perlambatan ekonomi global dan domestik, sehingga menciptakan ketidakpastian ekonomi.

    “Manajemen terus memantau secara seksama operasi, likuiditas dan sumber daya yang dimiliki perusahaan, serta bekerja secara aktif untuk mengurangi dampak saat ini dan dampak masa depan dari situasi ini yang belum pernah dialami sebelumnya,” tulis manajeman dalam laporan keuangannya.

    Meskipun demikian, setelah tanggal laporan keuangan konsolidasian, manajemen perusahaan berpendapat bahwa sampai saat ini wabah Covid-19 tidak berdampak signifikan terhadap kegiatan operasi perusahaan.

     
     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekaman 8 Menit 46 Detik Drama Kematian George Floyd

    Protes kematian George Floyd berkecamuk dari Minneapolis ke berbagai kota besar lainnya di AS. Garda Nasional dikerahkan. Trump ditandai oleh Twitter.