Hadapi Corona, Industri Hanya Sanggup Bertahan 3-5 Bulan

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja membawa karung berisi beras di Food Station Cipinang, Jakarta, Kamis, 16 April 2020. Bantuan sosial ini guna meningkatkan perlindungan masyarakat dari dampak ekonomi wabah virus corona COVID-19. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Pekerja membawa karung berisi beras di Food Station Cipinang, Jakarta, Kamis, 16 April 2020. Bantuan sosial ini guna meningkatkan perlindungan masyarakat dari dampak ekonomi wabah virus corona COVID-19. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia atau Kadin, Rosan Roeslani mengatakan bahwa industri hanya sanggup bertahan tiga hingga lima bulan lagi untuk menghadapi Pandemi Corona atau Covid-19. Hal itu dia ketahui setelah berdiskusi dengan sejumlah asosiasi pengusaha.

    "Namun, memang sektor pariwisata, perhotelan sudah mulai sekarang (terdampak) mungkin. Sektor (industri) lain 3-5 bulan (lagi),” kata Rosan dalam live streaming Ahad, 19 April 2020.

    Dia mengatakan para pengusaha saat ini telah menghadapi tantangan yang cukup besar karena dampak dari Covid-19. Salah satu tantangan paling mendesak dan dibutuhkan perusahaan adalah cash flow dan tambahan likuiditas.

    Karena itu, kata dia, perusahaan membutuhkan stimulus yang cepat dari pemerintah agar dapat terus menjalankan operasional bisnis. Menurut Rosan, jika pemerintah tidak cepat mengimplementasikan program stimulus bagi dunia usaha maka operasional bisnis akan berhenti dalam beberapa bulan ke depan.

    Beberapa program stimulus dari pemerintah yang telah diterbitkan, kata dia, cukup membantu. Seperti relaksasi pajak penghasilan (PPh) pasal 21, relaksasi PPh 22 kepada 19 sektor industri pengolahan, serta stimulus lainnya.

    Kendati begitu, Rosan juga meminta stimulus untuk menambah likuiditas perusahaan. “Tentunya dalam rangka likuiditas dan efisiensi di PPh (pasal) 21, 22, 25 kita memang ingin itu diperluas lagi karena hampir semua industri terdampak bisa 100 persen,” ujarnya.

    Dia yakin dengan stimulus yang akan diberikan berikutnya, tidak akan membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia minus. "Harus ada stimulus yang besar dan cepat, agar ekonomi masih bisa tumbuh 2,3 persen," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.