Fokus Corona, Luhut Sebut Proyek Ibu Kota Baru Tak Dibahas Dulu

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat perkenalan Menteri Kabinet Indonesia Maju di Veranda Istana Negara, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

    Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat perkenalan Menteri Kabinet Indonesia Maju di Veranda Istana Negara, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan mengungkapkan pemerintah masih berfokus pada penanganan corona atau COVID-19 sehingga belum ada evaluasi lanjutan mengenai kelanjutan pembangunan ibu kota negara (IKN).

    "Kita belum mikir itu mau terus atau enggak terus. Boro-boro mikir itu, sekarang kita fokus pada ini (penanganan COVID-19)," katanya dalam jumpa pers melalui konferensi video di Jakarta, Selasa malam, 14 April 2020.

    Meski belum ada kelanjutannya, Luhut mengungkapkan sejumlah investor, terutama Abu Dhabi (Uni Emirat Arab) masih melihat pembangunan ibu kota baru itu sebagai peluang investasi bagi mereka.

    "Jadi dia loh yang mau investasi. Bukan duit kita. Jadi jangan lagi nanti bilang, 'Luhut itu, uang, uang, uang', lagi," katanya.

    Menurut Luhut, karena pihak Abu Dhabi yang menawarkan diri itu, maka pemerintah tentu menanggapi secara positif. Namun, ia menyebut pemerintah Indonesia sendiri kini masih fokus dalam penanganan wabah virus corona jenis baru itu.

    "Tapi strukturnya tetap mereka kerjakan, silakan, karena itu bukan bicara ibu kota saja, tapi juga infrastruktur lain," ujarnya.

    Luhut mengungkapkan hingga saat ini proyek ibu kota baru belum mengalami progres yang luar biasa. Ia bahkan menyebut perkembangannya jalan di tempat. Presiden Jokowi pun disebutnya belum melakukan evaluasi lanjutan. "Mungkin setelah ini (COVID-19 berakhir) mau dievaluasi atau bagaimana, kita enggak tahu," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.