Hindari PHK, Tiket.com Pangkas Ongkos Marketing 90 Persen

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tiket.com bekerja sama dengan Maxx Coffee menyediakan promo makan dan minum gratis di bandara. (Foto: Dok. Tiket.com)

    Tiket.com bekerja sama dengan Maxx Coffee menyediakan promo makan dan minum gratis di bandara. (Foto: Dok. Tiket.com)

    Tempo.Co, Jakarta - Perusahaan penyedia layanan aplikasi pemesanan tiket dan hotel, Tiket.com, tengah menyusun strategi untuk mempertahankan karyawan di masa pandemi virus corona agar tak terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK). Salah satu cara yang ditempuh perseroan ialah memangkas ongkos operasional, seperti biaya pemasaran, hingga 90 persen.

    "Kami cut (potong) cost (biaya pengeluaran) lain dulu. Seperti dari segi marketing, kami cut 90 persen karena memang timming (waktunya) juga mendorong kami mengambil langkah ini," ujar Managing Director Tiket.com Gaery Undarsa dalam konferensi pers secara virtual, Senin, 13 April 2020.

    Gaery memastikan, hingga saat ini, perusahaan masih mempertahankan seluruh karyawannya. Bahkan kata dia, perseroan juga tidak melakukan pemotongan gaji maupun pemangkasan tunjangan.

    Musababnya, Gaery meyakini bahwa sumber daya manusia adalah aset perusahaan yang paling besar. Seandainya perusahaan menghadapi situasi ekonomi yang lesu darah, pemangkasan jumlah karyawan adalah opsi terakhir yang akan diambil pihak manajemen.

    Kendati begitu, Gaery tak menampik bahwa perusahaan saat ini tengah kehilangan omzet dalam jumlah yang jumbo. Ia menaksir, dari sisi pasar, penjualan Tiket.com telah turun hingga 75 persen.

    Penurunan pendapatan paling besar tercatat bersumber dari penjualan tiket pesawat dan hotel. Penurunan ini terjadi sejak kasus penyebaran virus corona terjadi di Cina hingga masuk ke Indonesia.

    Adapun sejak virus corona mewabah hingga menyebabkan pendapatan menurun drastis, Gaery menerangkan perusahaan telah membuat skenario dan asumsi risiko dengan pelbagai opsi. Opsi pertama, perusahaan menetapkan skenario untuk masa darurat tiga bulan, opsi kedua untuk enam bulan, dan opsi terakhir untuk 12 bulan alias satu tahun.

    Selama masa darurat corona ini, Tiket.com mengalihkan fokus dari penjualan ke layanan konsumen. Hampir seluruh karyawan, kata dia, dikerahkan untuk membantu customer service melayani permintaan pelanggan yang ingin mengajukan pengembalian tiket (refund) dan penyesuaian jadwal (reschedule).  "Karena aktivitas customer service kami meningkat tujuh kali lipat sejak wabah virus corona," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.