PSBB Jakarta, Begini PT Angkasa Pura II Atur Operasi 2 Bandaranya

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana sepi loket penyewaan mobil di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Ahad, 22 Maret 2020. TEMPO/Subekti.

    Suasana sepi loket penyewaan mobil di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Ahad, 22 Maret 2020. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II memastikan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Tangerang) dan Bandara Internasional Halim Perdanakusuma (Jakarta) tetap beroperasi saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berlaku di DKI Jakarta atau PSBB Jakarta mulai hari ini, Jumat, 10 April 2020.

    Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin menyatakan, operasional kedua bandara tersebut sejalan dengan penerapan PSBB. Bandara beroperasi dengan jumlah minimum karyawan dan mengedepankan serta menjalankan upaya pencegahan penyebaran virus Corona atau Covid-19.

    "Stasus Minimum Operation memungkinkan personel operasional bisa kerja dari rumah (work from home/WFH). Setiap harinya, personel operasional di Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma yang melakukan WFH berkisar 30-40 persen dari total personel operasional," kata Awaluddin melalui keterangan tertulis, Jumat 10 April 2020.

    Adapun Bandara Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma sejak 1 April 2020 sudah beroperasi dengan status minimum operation dari sebelumnya normal operation. Di Bandara Soekarno-Hatta misalnya, pembatasan operasional Terminal 1 dilakukan dengan hanya membuka Sub Terminal 1A, dan di Terminal 2 dengan hanya membuka Sub Terminal 2D dan 2E.

    Sementara Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta tetap dibuka penuh. Bandara Halim Perdanakusuma juga telah melakukan penyederhanaan alur penumpang di dalam terminal.

    Secara kumulatif, kata Awaluddin, personel operasional dan personel administrasi di Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma, dan Kantor Pusat PT Angkasa Pura II yang menjalankan WFH (bekerja dari rumah) saat ini mencapai 2.284 orang.

    Sesuai dengan Lampiran Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 9 tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan COVID-19, bandara termasuk utilitas publik yang dikecualikan dari peliburan tempat kerja dan harus beroperasi dengan jumlah minimum karyawan serta mengutamakan pencegahan penyebaran penyait sesuai protokol di tempat kerja.

    Lebih lanjut, AP II juga memastikan ketersediaan transportasi publik khususnya angkutan darat baik bagi pekerja mau pun penumpang pesawat yang baru mendarat. “Kami akan memastikan ketersediaan transportasi publik seperti misalnya bus Damri, shuttle bus, travel, taksi dan lainnya dengan jumlah penumpang yang disesuaikan agar tercipta physical distancing,” ujar Awaluddin.

    Secara singkat, berikut rincian operasional kedua bandara di tengah pandemi Corona:

    Bandara Internasional Soekarno-Hatta
    Sejalan dengan dijalankannya social distancing atau pembatasan interaksi sosial secara serius, sesuai anjuran pemerintah mulai Maret 2020 maka rata-rata penerbangan pada 1-8 April 2020 menjadi 300 penerbangan per hari.

    Maskapai berjadwal yang beroperasi saat ini:
    Terminal 1: Lion Air, Trigana Air, Airfast
    Terminal 2: Batik Air, Sriwijaya Air, NAM Air, Citilink
    Terminal 3: Garuda Indonesia (domestik & internasional), China Airlines, EVA Air, Japan Airlines, Qatar Airway, Singapore Airlines, Asiana Airlines

    Jumlah maskapai berjadwal yang beroperasi saat ini sebanyak 14 maskapai, atau mengalami penurunan dari kondisi normal. Sejumlah maskapai internasional memutuskan untuk menghentikan operasionalnya sebagai dampak dari pandemi global Covid-19.

    Operator transportasi publik seperti Damri melakukan penyesuaian dengan mengurangi sekitar 50 persen jumlah armada. Pengurangan armada lebih banyak berdampak pada headway (waktu kedatangan bus lebih lama), sementara rute yang dilayani tidak berkurang banyak. 

    Di samping itu, Railink akan menyetop sementara operasional Kereta Bandara Soekarno-Hatta. Frekuensi perjalanan kereta sudah dikurangi secara bertahap di mana  pada 1-18 Maret 2020 terdapat 70 perjalanan, lalu dikurangi hingga hanya 4 perjalanan pada 10-11 April 2020. Pada akhirnya, operasional kereta disetop sementara mulai 12 April hingga 31 Mei 2020.

    Bandara Halim Perdanakusuma
    Seiring dengan dipenuhinya anjuran pemerintah agar masyarakat tidak bepergian di tengah pandemi Covid-19, rata-rata penerbangan menjadi 92 penerbangan per hari pada 1-8 April 2020 setelah dalam kondisi normal pada Januari 2020. menjadi 92 penerbangan per hari pada 1-8 April 2020 setelah dalam kondisi normal pada Januari 2020. 

    Adapun maskapai berjadwal yang masih beroperasi saat ini adalah Citilink, Batik Air dan Susi Air. Sementara transportasi publik masih tersedia yaitu bus Damri, angkutan travel, taksi dan taksi online. 

    Sejumlah langkah penyesuaian aspek operasional dengan tetap menjaga tingkat layanan kepada traveler dan maskapai sesuai dengan penerapan social distancing di tingkat nasional dilakukan sejak Maret 2020. "PT Angkasa Pura II optimistis Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma dapat tetap melayani berbagai penerbangan dengan optimal saat PSBB DKI Jakarta mulai berlaku 10 April 2020,” ujar Muhammad Awaluddin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.