Kontak Elon Musk, Wamen BUMN: Karena Ditugasi Erick Thohir Cari Ventilator

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tesla Chief Executive Elon Musk, saat memperkalkan truk pick up listrik Cybertruck milik saat diperkenalkan untuk pertama kalinya.Truk listrik Cybertruck diharapkan produksinya akan dimulai sekitar akhir tahun 2021.Tesla/Handout via REUTERS

    Tesla Chief Executive Elon Musk, saat memperkalkan truk pick up listrik Cybertruck milik saat diperkenalkan untuk pertama kalinya.Truk listrik Cybertruck diharapkan produksinya akan dimulai sekitar akhir tahun 2021.Tesla/Handout via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Budi Gunadi Sadikin menjelaskan ihwal cuitan permohonan bantuan ventilator kepada CEO Tesla Motos Elon Musk. Ia mengatakan langkah itu dilakukan lantaran ia ditugasi Menteri BUMN Erick Thohir untuk mencari ventilator dengan berbagai upaya.

    "Saya ditugasi Pak Menteri untuk mencari ventilator sampai ke ujung dunia, termasuk Elon Musk ngetwit kita kejar juga," ujar Budi dalam konferensi video, Selasa, 7 April 2020. Ventilator saat ini menjadi barang yang sangat dicari dalam penanganan wabah virus corona Covid-19.

    Budi menyadari saat ini Amerika Serikat, negara asal Musk, kekurangan ventilator cukup banyak. "Cuma karena diminta cari ke pelosok negeri, ke manapun kami cari. Elon Musk ngetwitt kami balas," tutur bekas Direktur Utama Inalum iitu mengisahkan.

    Saat ini, kata dia, negara yang bisa membangun dan memasok ventilator dengan jumlah yang cukup antara lain Cina dan Rusia. Adapun Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan kebutuhan ventilator di dalam negeri belum terpenuhi. Misalnya saja, dari 611 ruang ICU di Rumah Sakit BUMN, ventilator yang ada baru memenuhi 50 persennya saja.

    Sebelumnya, cuitan Budi memang sempat menuai perhatian banyak orang. Melalui akun media sosial Twitter-ya @BudiGSadikin, Budi membalas cuitan Musk yang menawarkan bantuan ventilator untuk penanganan pasien virus corona.

    Pasalnya, Elon Musk, melalui akun Twitter-nya mengatakan bahwa Tesla memiliki tambahan ventilator yang telah disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat atau FDA. Dia menyatakan dapat membantu mengirimkan alat kesehatan tersebut kepada pihak yang membutuhkan.

    “Kami memiliki ventilator tambahan yang disetujui FDA. Akan dikirimkan ke rumah sakit di seluruh dunia dalam wilayah pengiriman Tesla. Perangkat dan biaya pengiriman gratis. Satu-satunya persyaratan adalah bahwa ventilasi dibutuhkan segera untuk pasien, tidak disimpan di gudang. Tolong beri tahu saya atau @Tesla,” tulis Elon Musk di Twitter, Selasa, 31 Maret 2020 pekan lalu.

    Membalas cuitan tersebut, Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa Indonesia saat ini membutuhkan tambahan sektiar 300-400 ventilator untuk penanganan pandemi virus corona. Dia mengharapkan Tesla dan Elon Musk dapat membantu pemerintah memenuhi kebutuhan tersebut.

    “Dear Elon, Kami mengelola 70 rumah sakit dengan sekitar 6.500 tempat tidur di Indonesia dan mencari 300-400 ventilator tambahan secepat mungkin untuk digunakan untuk menangani pasien baru. Silakan hubungi saya di budi.g.sadikin@bumn.go.id,” tulisnya melalui Twitter, Minggu malam, 5 April 2020.

    CAESAR AKBAR | BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.