Corona Meluas, Pembatalan Perjalanan Naik Empat Kali Lipat

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana sepi Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta saat masa pandemi virus corona, Tangerang, Ahad, 22 Maret 2020. Pandemi virus baru yang tengah melanda penjuru dunia membuat sejumlah penerbangan dari dan ke Indonesia banyak yang dibatalkan. TEMPO/Subekti.

    Suasana sepi Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta saat masa pandemi virus corona, Tangerang, Ahad, 22 Maret 2020. Pandemi virus baru yang tengah melanda penjuru dunia membuat sejumlah penerbangan dari dan ke Indonesia banyak yang dibatalkan. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Wabah virus corona COVID-19 berdampak besar terhadap bisnis pariwisata. Biro perjalanan daring Pegipegi mencatat ada peningkatan permohonan penundaan serta pembatalan rencana perjalanan sebanyak empat kali lipat. 

    Konsumen yang ingin mengajukan perubahan rencana perjalanan menjadi prioritas Pegipegi. Pembatalan dapat diajukan melalui fitur Online Refund di aplikasi, atau menghubungi layanan konsumen melalui telepon atau surel.

    "Saat ini, Pegipegi tetap beroperasi seperti biasa di mana website maupun aplikasi dan CS kami tetap dapat diakses 24/7 untuk memenuhi segala kebutuhan pelanggan," kata Corporate Communications Manager Pegipegi Busyra Oryza, kepada ANTARA, Jumat 27 Maret 2020.

    Pelanggan yang harus bepergian saat ini bisa menambahkan asuransi perjalanan sehingga merasa lebih aman bila penerbangannya dibatalkan sewaktu-waktu.

    Hal yang sama dilakukan oleh biro perjalanan Tiket.com. Fokus Tiket.com di tengah virus corona adalah membantu pelanggan yang ingin mengubah atau membatalkan perjalanan.

    "Untuk saat ini memang refund dan reschedule memang meningkat tajam dari biasanya," ujar Senior Public Relations Executive Tiket.com Yosi Marhayati.

    Agar konsumen lebih mudah dalam mengatur perjalanan, Tiket.com meluncurkan panduan fitur refund dan reschedule di aplikasi secara mandiri.

    Kendati demikian, virus corona tidak serta merta membuat aktivitas jadi terhenti. Yosi mengatakan transaksi masih terus berjalan karena tidak semua maskapai internasional memberlakukan keadaan kahar (force majeure) terkait COVID-19.

    "Bahkan ada beberapa maskapai yang juga mulai mencabut kebijakan force majeure."

    VP Brand Communications Panorama Group AB Sadewa membenarkan dampak besar COVID-19 terhadap industri pariwisata.

    "Beragam pembatasan dan larangan untuk masuk atau keluar negeri memberikan pengaruh pada pariwisata inbound dan outbound. Pembatasan keluar rumah juga membuat pengaruh signifikan pada pariwisata domestik," kata AB Sadewa.

    Saat ini Panorama Group melakukan banyak konsolidasi internal, serta melayani pelanggan sesuai protokol kesehatan. Layanan via telepon tetap tersedia untuk konsumen yang membutuhkan.

    "Kami mengutamakan kesehatan dan keselamatan pelanggan supaya tidak terjadi penyebaran COVID-19."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekaman 8 Menit 46 Detik Drama Kematian George Floyd

    Protes kematian George Floyd berkecamuk dari Minneapolis ke berbagai kota besar lainnya di AS. Garda Nasional dikerahkan. Trump ditandai oleh Twitter.