Harga Gula Melonjak, Pemerintah Ambil Stok dari Lampung dan Riau

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja tengah menlakukan bongkar-muat truk bermuatan gula kristal putih di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Kamis, 28 Juni 2018. Pemerintah memperkirakan produksi gula nasional hingga akhir tahun bisa mencapai 2,25 juta ton. TEMPO/Tony Hartawan

    Pekerja tengah menlakukan bongkar-muat truk bermuatan gula kristal putih di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Kamis, 28 Juni 2018. Pemerintah memperkirakan produksi gula nasional hingga akhir tahun bisa mencapai 2,25 juta ton. TEMPO/Tony Hartawan

    Tempo.Co, Jakarta - Pemerintah mengambil stok gula pasir sebanyak 33 ribu ton di Lampung dan 20 ribu ton di Dumai, Riau, dan mendistribusikan ke sejumlah daerah. Upaya ini dilakukan karena belum semua gula impor masuk ke Indonesia, sehingga terjadi lonjakan harga di sejumlah tempat.

    “Kami ingin betul-betul menjaga, kemarin di pasar dan supermarket, terjadi lonjakan harga yang cukup tinggi,” kata Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono, dalam konferensi pers online bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta, Kamis, 26 Maret 2020. Namun, Susi tidak menjelaskan sumber dari stok 53 ribu ton gula pasir ini, maupun daerah yang mendapatkannya.

    Dalam beberapa minggu terakhir, gula pasir mulai langka di pasaran dan mengalami kenaikan harga. Pada 10 Maret 2020, harga gula pasir di sejumlah pasar tradisional di Jakarta naik hingga Rp 20 ribu per kg. 

    Atas kenaikan ini, Kemendag pun menerbitkan lagi Surat Perizinan Impor (SPI) untuk 550 ribu ton gula. Kebijakan ini menyusul kebijakan sebelumnya yang telah menerbitkan izin impor bagi 438,8 ribu ton gula kristal mentah atau raw sugar. Namun, impor gula ini masih dalam proses pengiriman Sehingga, kondisi di pasaran belum banyak berubah. 

    Pada Minggu, 22 Maret 2020, gula pasir sempat habis di salah satu toko ritel Carrefour di Jakarta Selatan. Namun di beberapa toko kelontong, gula pasir curah masih tersedia. Harganya sekitar Rp 5.000 per 250 gram, atau Rp 20 ribu per kg.Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey mengakui kelangkaan ini. “Kami susah mendapatkan pasokan,” kata dia.

    Meski demikian, Susi memastikan pemerintah terus berkomunikasi dengan dunia usaha, terutama pengusaha ritel. Dalam situasi tertentu, kata Susi, kelangkaan bisa terjadi meskipun stok aman. 

    Penyebabnya adalah karena permintaan yang naik secara tiba-tiba. Salah satunya saat terjadi panic buying usai Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengumumkan kasus virus corona pertama di Indonesia pada Senin, 2 Maret 2020. “Jadi memang pasokan harus disesuaikan,” kata dia.

    Terlebih, kata dia, sebentar lagi akan memasuki bulan puasa Ramadhan. Pemerintah, kata dia, telah menghitung berapa konsumsi pangan selama Ramadhan dan kebutuhan untuk impornya. Menurut Susi, pemerintah berjanji akan terus menjaga ketersediaan, pasokan, distribusi, dan stabilisasi harga pangan.

    Sejumlah kebijakan sudah digulirkan. Tapi sampai hari ini, harga gula pasir di pasaran masih tinggi, di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 12.500 per kg.

    Dikutip dari data Info Pangan Jakarta misalnya, harga gula pasir di Pasar Cibubur, Jakarta Timur pada hari ini, masih di angka Rp 20 ribu per kg. Bahkan, harga terendah di Pasar Jembatan Merah, Jakarta Selatan, masih di angkara Rp 15 ribu per kg. Adapun secara rata-rata, harga gula pasir dijual di kisaran Rp 17.767 per kg.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.