Soal Buyback Saham, Bank Mandiri Tunggu Momentum

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi Bank Mandiri ATM. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    ilustrasi Bank Mandiri ATM. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. menyatakan masih menunggu waktu yang tepat untuk membeli kembali atau buyback saham perseroan. Bank BUMN ini masih menunggu momentum untuk buyback, sekaligus mempertimbangkan sejumlah faktor.

    Adapun, pertimbangan tersebut antara lain kondisi harga tepat atau tidak, ataupun manfaat yang akan didapat dari perusahaan berupa treasury stock ataupun longterm bonus. Termasuk, apakah buyback tersebut memberikan manfaat bagi perseroan.

    "Kalau siap, kami semua siap karena memang diberi kebijakan tidak perlu izin kan sudah bagus. Persiapan kami kan, apakah timing-nya tepat, harganya tepat atau tidak," kata Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar mengatakan di Jakarta, Rabu 11 Maret 2020.

    Namun, Royke memastikan, dalam waktu dekat Bank Mandiri mengaku belum akan melakukan buyback. Perseroan belum ada langkah untuk menyusun rencana buyback.  Begitu pun soal alokasi anggaran yang akan disiapkan untuk melakukan buyback. "Kami belum sampai angka karena masih lihat timing-nya sekarang belum. Itu dalam waktu hitungan jam bisa kami lakukan kok," katanya.

    Sementara itu, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melansir sedikitnya 12 emiten BUMN siap melakukan buyback atau pembelian kembali saham senilai Rp 10 triliun. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kondisi pasar modal yang tersungkur sebagai imbas dari sentimen penyebaran virus corona dan penurunan harga minyak dunia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara tahun berjalan telah terkoreksi 17 persen.

    Kementerian BUMN memastikan finalisasi rencana buyback saham oleh 12 perusahaan pelat merah akan disampaikan oleh masing-masing perusahaan dalam waktu dekat. Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, keduabelas emiten pelat merah sudah menyiapkan rencana buyback dengan alokasi dana total mencapai Rp 8 triliun. Saat ini, emiten-emiten tersebut sedang melakukan rapat komisaris dan akan menyampaikan rencana resmi buyback mereka dalam waktu dekat.

    “Seperti BMRI, BBRI, JSMR mereka sedang menyiapkan total dana Rp 8 triliun. Hari ini mereka sedang rapat komisaris, proses 1—2 hari ini mereka akan sampaikan keterbukaan informasi untuk mereka melakukan buyback,” kata Kartika. 

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.