Ini Cara Mudah Bayar SPP, Buku, Seragam hingga Eskul via Gopay

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim meluncurkan 4 kebijakan untuk perguruan tinggi di Gedung Kemendikbud, Jakarta, Jumat, 25 Januari 2020. TEMPO/Putri.

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim meluncurkan 4 kebijakan untuk perguruan tinggi di Gedung Kemendikbud, Jakarta, Jumat, 25 Januari 2020. TEMPO/Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Gojek melalui fitur GoBills baru saja meluncurkan terobosannya terkait dengan pembayaran sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) menggunakan GoPay

    Arno Tse, Senior Vice President Sales GoPay mengatakan fitur tersebut dapat digunakan untuk membayar biaya pendidikan lain selain SPP, seperti buku, seragam dan kegiatan ekstrakurikuler. Adapun saat ini telah ada sekitar 180 lembaga pendidikan seperti pesantren, madrasah, sekolah dan tempat kursus di Indonesia yang telah terdaftar di GoBills.

    “Layanan terbaru ini membebaskan orang tua dan wali murid untuk membayar pendidikan anak dimana saja dan kapan saja tanpa harus hadir ke sekolah. Orang tua yang sibuk dapat fokus dengan kepentingan lain seperti pekerjaan tanpa khawatir akan melewatkan tenggat pembayaran,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Bisnis, Senin 17 Februari 2020.

    Lalu bagaimana cara pembayaran beragam tagihan pendidikan tersebut melalu fitur GoBills? Berikut panduannya.

    Pertama, buka fitur GoBills di aplikasi Gojek. Kedua, pilih kategori sekolah. Ketiga, pilih instansi pendidikan atau sekolah yang dituju.

    Keempat, masukkan nomor induk siswa atau mahasiswa. Kelima, masukkan nominal tagihan dan pastikan saldo GoPay tersedia. Keenam, lanjutkan pembayaran dengan memasukkan PIN untuk memverifikasi pemilik akun GoPay. Terakhir pastikan bukti pembayaran diterima.

    Sekadar informasi, selain digunakan untuk membayar SPP, fitur GoBills juga dapat digunakan untuk untuk membayar tagihan sehari-hari lain seperti air, listrik, pulsa, BPJS kesehatan, internet, TV kabel, asuransi, pajak hingga zakat.

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.