Indonesia Pasarkan 5 Destinasi dalam Pameran Pariwisata di Milan

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Danau Toba, Sumatera Utara menjadi salah satu dari lima Destinasi Super Prioritas (DSP) yang diusung pemerintah. Untuk menunjang lokasi wisata itu, telah dibangun The Kaldera Toba Nomadic Escape, di atas lahan Zona Otorita Kabupaten Toba Samosir. Pemerintah pun telah menganggarkan biaya Rp2,2 triliun untuk meningkatkan potensi wisata di danau tersebut. TEMPO/Tony Hartawan

    Danau Toba, Sumatera Utara menjadi salah satu dari lima Destinasi Super Prioritas (DSP) yang diusung pemerintah. Untuk menunjang lokasi wisata itu, telah dibangun The Kaldera Toba Nomadic Escape, di atas lahan Zona Otorita Kabupaten Toba Samosir. Pemerintah pun telah menganggarkan biaya Rp2,2 triliun untuk meningkatkan potensi wisata di danau tersebut. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia mempromosikan lima destinasi super prioritas, yaitu Danau Toba (Sumatera Utara), Borobudur (Jawa Tengah), Mandalika (NTB), Labuan Bajo (NTT), Likupang (Sulawesi Utara) pada pameran pariwisata Borsa Internazionale del Turismo (BIT) 2020 di Fieramilanocity, Milan, Italia, selama tiga hari pada 9 sampai 11 Februari 2020.

    Counsellor Pensosbud KBRI Roma, Danang Waskito kepada Antara London, Rabu, 12 Februari 2020, mengatakan untuk menjaring pasar Italia dan pasar global, terdapat 11 industri pariwisata Indonesia terdiri dari enam travel agen/tour operator (TA/TO), dua Destination Management Company (DMC) dan tiga hotel/resort dari empat provinsi yaitu Papua Barat, Bali dan Nusa Tenggara Timur, serta Jakarta ikut dalam pameran.

    Pavilliun Indonesia menempati areal seluas 80 m2 dan menampilkan simbol kapal Phinisi mengusung tema negara kepulauan dan negara maritim.

    Pavilliun Indonesia menampilkan keindahan destinasi wisata di Jakarta, Bali, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, dan Sulawesi Selatan. Sementara Jakarta dan Bali hingga kini menjadi salah satu destinasi utama wisatawan Italia.

    Undersecretary of State Kementerian Warisan dan Kegiatan Budaya Italia, Lorenza Bonaccorsise, berkesempatan mengunjungi Pavilliun Indonesia disambut Dubes Indonesia di Roma Esti Andayani didampingi Hari Ristanto dari Kemenparekraf.

    Vieni visitare meravigliosa Indonesia, mari kunjungi Indonesia yang indah,” ujar Dubes Esti Andayani kepada pengunjung Pavillun.

    Dia menyampaikan partisipasi Indonesia pada BIT Milano 2020 sejalan dengan komitmen Indonesia dan Italia untuk mendorong kerja sama yang lebih erat di berbagai bidang khususnya pariwisata. Ia juga mengajak pengunjung menikmati berbagai acara serta kegiatan yang diadakan di Paviliun Indonesia.

    Selama pameran ditampilkan berbagai kegiatan diantaranya tarian tradisional, showcasing dan parade kostum tradisional, suguhan kopi Indonesia dari tujuh daerah dan seni melukis henna dengan motif etnik Indonesia.

    Kegiatan lain diadakan di Paviliun Indonesia di antaranya fasilitasi pertemuan B2B (Business to Business) meeting, pertemuan dengan travel blogger, pertemuan dengan media, layanan informasi pariwisata dan kegiatan lainnya.

    Danielle, seorang pengunjung asal Sicilia menyampaikan kesannya akan paviliun Indonesia “Kopi Indonesia yang saya nikmati enak sekali, seperti kopi Italia.”

    Senada dengan hal tersebut, Silvia, pengunjung asal Turin menyatakan Paviliun Indonesia tampil cantik. “Saya suka dengan lukisan henna di tangan".

    Dia juga menyatakan belum pernah ke Indonesia, tapi yakin Indonesia memiliki banyak tempat yang indah sehingga membuatnya ingin berkunjung ke Indonesia.

    Italia adalah salah satu pasar potensial di Eropa bagi pariwisata Indonesia dengan tren kunjungan wisatawan Italia yang terus meningkat. Saat ini, Italia menduduki posisi keenam penyumbang wisatawan negara Eropa ke Indonesia, dengan total wisatawan mencapai 94.288 orang pada 2018, atau mengalami kenaikan 4,73 persen dibanding tahun sebelumnya.

    Sementara itu, BIT Milano merupakan pameran pariwisata terbesar di Italia yang diikuti berbagai negara dengan pengunjung tidak saja warga Italia, tapi juga dari negara Eropa dan bahkan Amerika. Pameran pariwisata BIT ini diadakan semenjak 1980.

    Dalam BIT Milano tahun 2019 lalu, tercatat 1.300 peserta dengan pembeli dari 67 negara, 1.900 press operator dan 43.000 pengunjung selama tiga hari pameran. Partisipasi Indonesia pada pameran tahun lalu membukukan nilai transaksi lebih dari 3,5 juta dolar Amerika.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.