Kepala BKPM Siap Mundur Jika Target dari Jokowi Tak Tercapai

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia usai konferensi pers di kantornya di Jakarta Selatan, Kamis, 31 Oktober 2019. Tempo/Fajar Pebrianto

    Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia usai konferensi pers di kantornya di Jakarta Selatan, Kamis, 31 Oktober 2019. Tempo/Fajar Pebrianto

    Tempo.Co, Jakarta - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal atau BKPM Bahlil Lahadalia, mengaku siap mundur dari jabatan apabila target dari Presiden Joko Widodo atau Jokowi kepadanya tidak tercapai. Dia mengatakan Jokowi menargetkan pada 2023 peringkat kemudahan berusaha atau easy of doing bussiness di Indonesia berada di posisi 50.

    "Di tahun keempat, jika tidak selesai, saya harus mundur," kata Bahlil di kantornya, Jakarta, Rabu, 29 Januari 2020.

    Bahlil mengatakan target yang akan dikejarnya itu akan dicapai secara bertahap. Saat ini EODB berada di peringkat 73 dan pada 2021, dia menargetkan menjadi peringkat 60.

    Komitmen itu, kata dia, merupakan ajang  pembuktian dirinya tidak akan menjadi pejabat yang membebani negara. Dia menilai seorang pejabat negara harus tahu malu dan harus tahu diri, jika target tidak tercapai. "Maka jika di tahun keempat, kalau tidak bisa, ya kita siap dievaluasi," ujar dia.

    Untuk mengejar target EODB di posisi 60 pada 2021, Bahlil mengklaim sudah memiliki sejumlah strategi. Salah satunya mereformasi regulasi.

    "BKPM telah melakukan konsolidasi internal yang tekait dengan izin-izin. Jadi dari 23 syarat berusaha, yang sudah jadi ada 17 dan yang 6 sedang proses," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.