Kata Mari Elka Pangestu Soal Dampak Virus Corona ke Perdagangan

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Pelaksana Kebijakan  Pembangunan dan Kemitraan Bank Dunia, Mari Elka Pangestu, dalam acara Indonesia Millenial Summit di Jakarta, Jumat, 17 Januari 2020. Tempo/Fajar Pebrianto

    Direktur Pelaksana Kebijakan Pembangunan dan Kemitraan Bank Dunia, Mari Elka Pangestu, dalam acara Indonesia Millenial Summit di Jakarta, Jumat, 17 Januari 2020. Tempo/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan dampak wabah virus corona berpotensi merembet ke sektor perdagangan jika penyebaran virus mematikan itu sulit disetop.

    "Kalau dia (virus corona) mulai mempengaruhi arus barang dan ini masih belum terjadi, mudah-mudahan tidak terjadi," katanya usai hadir dalam peluncuran Laporan Pembangunan Dunia (WDR) di Jakarta, Selasa, 28 Januari 2020.

    Mari yang per 1 Maret 2020 menjadi Direktur Pelaksana, Kebijakan Pembangunan dan Kemitraan Bank Dunia itu memberikan gambaran saat pengalaman mewabahnya virus SARS sebelumnya.

    Saat itu, kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tahun 2011-2014 tersebut,  pengusaha tidak bisa berbisnis dan berinvestasi karena arus barang terhenti.

    Jika ekonomi Cina terpukul sebagai dampak virus corona, ia memperkirakan Indonesia juga bisa kena imbas karena Negeri Panda itu menjadi salah satu mitra dagang utama RI.

    "Kita akan terpengaruh kalau Tiongkok (ekonominya) slow down, dia impor batubara dan kelapa sawit, tapi masih belum terlihat dampaknya semoga langkah bisa dilakukan bisa setop penyebaran virus," kata mantan Menteri Perdagangan 2004-2011 itu.

    Sementara itu, untuk sektor pariwisata sudah terkena imbas dengan penghentian sementara rute penerbangan dari dan ke Wuhan, daerah yang pertama teridentifikasi virus corona, oleh maskapai domestik.

    "Sepertinya ini sudah berdampak ke pariwisata. Mereka susah keluar dan negara yang menerima juga ketat, takut terkait penyebarannya. Mungkin yang akan kelihatan dampak ke pariwisata. Kalau (arus) barang belum kelihatan," ucapnya.

    Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) mengonfirmasi jumlah kasus infeksi virus corona tipe baru (2019-nCov) bertambah menjadi 2.798 secara global per 27 Januari 2020.

    Di Cina, termasuk Hong Kong, Makau, dan Taipei, menurut WHO, ada 2.741 kasus positif dan 5.794 kasus dugaan infeksi virus corona baru serta 461 yang sakit parah dan 80 orang yang meninggal dunia akibat infeksi virus tersebut.

    Sementara di luar Cina, ada 37 kasus infeksi virus corona baru yang tersebar di 11 negara yakni Jepang, Korea Selatan, Vietnam, Singapura, Australia, Malaysia, Thailand, Nepal, Amerika Serikat, Kanada dan Prancis.

    ANTARA
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ashraf Sinclair dan Selebritas yang Kena Serangan Jantung

    Selain Ashraf Sinclair, ada beberapa tokoh dari dunia hiburan dan bersinggungan dengan olah raga juga meninggal dunia karena serangan jantung.