Kemenhub Tunggu Laporan Resmi Penetapan Dirut Garuda

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan, Polana Banguningsih Pramesti, menjelaskan progres pembangunan Bandara Kediri, Jawa Timur, di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Kamis, 16 Januari 2020. Tempo/Fajar Pebrianto

    Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan, Polana Banguningsih Pramesti, menjelaskan progres pembangunan Bandara Kediri, Jawa Timur, di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Kamis, 16 Januari 2020. Tempo/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perhubungan menunggu surat resmi penetapan Dewan Direksi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Penetapan itu diumumkan dalam rapat umum pemegang saham luar biasa atau RUPSLB hari ini, Selasa, 22 Januari 2020.

    Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana Banguningsih Pramesti mengatakan pihaknya akan segera mencatat nama-nama direksi anyar tersebut ke dokumen administrasi. Nantinya, dewan direksi akan menjadi penanggung jawab penerbangan dan key person.

    "Setelah ditetapkan, disampaikan ke Kemenhub untuk revisi SIAU (Surat Izin Angkutan Udara) dan ACL (authorization, condition & limition)," tuturnya kepada Tempo, Rabu pagi.

    Berdasarkan agenda resmi yang diperoleh Tempo dari tim Corporater Secretary Garuda Indonesia, RUPSLB akan digelar pukul 10.00 hingga 11.00 WIB. "RUPSLB dilaksanakan di kantor Garuda City Center (GCC), kompleks Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang," tulis humas dalam undangan yang diterima sedari kemarin, 21 Januari 2020. 

    Berdasarkan pantauan Tempo di kantor Garuda Indonesia, RUPSLB tengah dilangsungkan secara tertutup. Adapun sejumlah nama digadang-gadang menjadi calon kuat Direktur Utama Garuda Indonesia. Salah satunya ialah mantan Direktur Utama PT Industri Telekomunikasi Indonesia, Irfan Setiaputra. 

    Selain Irfan, nama lain diisukan bakal menempati posisi bos Garuda Indonesia. Triawan Munaf, misalnya. Mantan Kepala Badan Ekonomi Kreatif itu dikabarkan menjadi komisaris utama perseroan pelat merah.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Banjir Jakarta, Bolak-Balik Terendam Akibat Cuaca Ekstrem

    Banjir Jakarta bolak-balik terjadi. Kali ini akibat cuaca ekstrem. BPBD sebut 10,74 persen RW di ibu Kota terdampak.