Menyesal Pernah Menolak Gojek, Sandiaga: I was Stupid

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan calon Wakil Presiden Sandiaga Uno menyampaikan keterangan saat menerima kedatangan pimpinan MPR di kediamannya, Jakarta, Senin, 14 Oktober 2019. Sandiaga memberikan masukan bagi mereka dalam menjalankan tugas MPR menyosialisasikan Empat Pilar MPR. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Mantan calon Wakil Presiden Sandiaga Uno menyampaikan keterangan saat menerima kedatangan pimpinan MPR di kediamannya, Jakarta, Senin, 14 Oktober 2019. Sandiaga memberikan masukan bagi mereka dalam menjalankan tugas MPR menyosialisasikan Empat Pilar MPR. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Sandiaga Uno terang-terangan mengaku menyesal menolak tawaran Nadiem Makarim untuk menanamkan sahamnya di perusahaan PT Gojek Indonesia pada 2011-2012 lampau. Menurut Sandiaga, sebagai pengusaha, ia telah melewatkan kesempatan emas itu.

    "I think, I was stupid I guess (saya pikir, saya bodoh) karena tidak ikut investasi di Gojek," ujar Sandiaga saat menjadi pembicara dalam acara Millenial Summit di Tribatra, Jakarta Selatan, Sabtu, 18 Januari 2020.

    Sandiaga mengatakan, dulunya Nadiem menawarkan nilai investasi yang sangat rendah sewaktu tengah mencari pemodal perdana. Penawaran itu terjadi saat keduanya sama-sama menghadiri acara yang digelar Mc Kinsey.

    Kala itu, Nadiem mencari investor yang mau menyuntik dana untuk perusahaannya senilai US$ 50 ribu. Angka itu setara dengan Rp 700 juta dengan hitungan nilai tukar Rp 14 ribu.

    Namun, lantaran Gojek merupakan perusahaan rintisan, Sandiaga tak mau mengambil risiko. Ia lalu melepaskan kesempatan itu.

    Padahal, menurut Sandiaga, secara finansial ia seharusnya mampu membiayai Gojek pada waktu itu. Apalagi, di saat yang sama, Sandiaga didapuk sebagai satu dari 40 orang terkaya di Indonesia versi Forbes. Aset Sandiaga memuncak saat perusahaannya, Saratoga Investama, moncer.

    Sandiaga membayangkan, seumpama saat itu dia menerima tawaran Nadiem, kini dirinya akan ikut terdaftar sebagai salah satu pemilik Gojek. Meski begitu, Sandiaga mengakui telah memetik sejumlah pelajaran. Dia berujar, sebagai pebisnis, ia seharusnya lebih berani mengambil risiko.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Banjir Jakarta, Bolak-Balik Terendam Akibat Cuaca Ekstrem

    Banjir Jakarta bolak-balik terjadi. Kali ini akibat cuaca ekstrem. BPBD sebut 10,74 persen RW di ibu Kota terdampak.