Helmy Yahya Dicopot, Karyawan TVRI Segel Ruang Dewan Pengawas

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karyawan TVRI segel ruang kerja Dewan Pengawas. Foto: Istimewa

    Karyawan TVRI segel ruang kerja Dewan Pengawas. Foto: Istimewa

    "Dewan Pengawas TVRI harus bisa membuktikan bahwa pemberhentian sesuai pasal 22 sampai dengan 25 PP Nomor 13/2005 atau kalau tidak bisa membuktikan maka bisa menimbulkan sengketa hukum," kata Farhan.

    Ia menambahkan, Dewas TVRI juga harus bisa menjaga agar sengketa hukum tersebut tidak mengganggu kinerja TVRI yg akan diawasi langsung oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika dan DPR RI

    Sebelum diberhentikan, Helmy Yahya dinonaktifkan dari posisinya oleh Dewan Pengawas TVRI. Hal ini mengacu pada SK Dewan Pengawas Nomor 3/2019.

    “Memutuskan, menonaktifkan sementara Sdr. Helmy Yahya sebagai direktur utama lembaga penyiaran TVRI. Selama nonaktif sementara sebagai Direktur Utama Lembaga Penyiaran Televisi Republik Indonesia, yang bersangkutan tetap mendapatkan penghasilan sebagai Direktur Utama Lembaga Penyiaran Televisi Republik Indonesia," papar SK yang diterima Bisnis.com pada Kamis 5 Desember 2019 lalu.

    Dalam surat itu disebutkan bahwa posisi Helmy Yahya akan digantikan oleh Supriyono sebagai Plt. Harian Direktur Utama lembaga penyiaran TVRI.  Saat ini, posisi Supriyono merupakan Direktur Teknik TVRI.

    Helmy Yahya sendiri telah mengirimkan pesan melalui WhatsApp ke sejumlah awak media. Ia menyatakan akan menempuh jalur hukum atas pemecatannya ini.
     
    BISNIS | FRANCISCA CHRISTY ROSANA 

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara