Kasus Jiwasraya Diungkap, Erick Thohir: Harus Tak Pandang Bulu

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri BUMN Erick Thohir. TEMPO/Muhammad Taufan Rengganis

    Menteri BUMN Erick Thohir. TEMPO/Muhammad Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan pengungkapan kasus pelanggaran hukum di tubuh PT Asuransi Jiwasraya (Persero) harus dilakukan dengan tindakan tegas dan tidak pandang bulu. Ia pun mengapresiasi Badan Pemeriksa Keuangan yang telah melakukan investigasi dan juga Kejaksaan Agung yang secara cepat dan responsif menangani kasus ini.

    "Tindakan tegas dan tak pandang bulu pada kasus Jiwasraya sangat penting dalam mencapai keadilan sekaligus mengembalikan kepercayaan publik pada korporasi," ujar Erick Thohir, Selasa, 14 Januari 2020.

    Pengusutan kasus di masa lalu itu, menurut Erick Thohir, sekaligus menjadi penataan korporasi untuk hari ini dan masa depan yang semakin baik.

    Sebelumnya, Kejaksaan Agung telah menetapkan lima tersangka dalam kasus yang menjerat perusahaan asuransi pelat merah itu. Mereka adalah Direktur Utama PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro, mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Hary Prasetyo dan Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk, Heru Hidayat.

    Dua tersangka lainnya adalah Bekas Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Asuransi Jiwasraya, Syahmirwan dan mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya, Hendrisman Rahim. Sebelum penetapan tersangka, Kejagung telah mencekal 10 orang yang berpotensi kuat menjadi tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi PT Asuransi Jiwasraya.

    Inisial sepuluh orang yang dicekal Kejaksaan itu Agung adalah HR, DYA, HP, MZ, DW, GLA, ERN, HH, BT, AS. Kejagung mengungkapkan bahwa negara berpotensi mengalami kerugian Rp13,7 triliun akibat Jiwasraya berinvestasi pada 13 perusahaan bermasalah.

    Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin menyebutkan bahwa Jiwasraya diduga melanggar prinsip kehati-hatian dalam berinvestasi melalui investasi pada aset dengan risiko tinggi untuk mengejar high return.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.