Menhub Minta Penataan 4 Stasiun di DKI Fasilitasi Kopaja dan Ojol

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kiri) melambaikan tangan ke arah penumpang KA Jaka Tingkir saat meninjau di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Sabtu, 21 Desember 2019. Peninjauan diselenggarakan untuk menghadapi masa angkutan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kiri) melambaikan tangan ke arah penumpang KA Jaka Tingkir saat meninjau di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Sabtu, 21 Desember 2019. Peninjauan diselenggarakan untuk menghadapi masa angkutan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan atau Menhub Budi Karya Sumadi meminta empat stasiun yang akan dirombak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, yaitu Stasiun Tanah Abang, Stasiun Juanda, Stasiun Senen, dan Stasiun Sudirman, memfasilitasi moda transportasi umum lainnya.

    "Ada kopaja, angkot, dan ojek online. Jadi kami pesan desain empat stasiun itu memfasilitasi mereka, ojek online juga adalah angkutan, keniscayaan yang tidak bisa dikesampingkan," ujar Budi di Kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Jakarta, Jumat, 10 Januari 2020.

    Dengan dibangunnya empat stasiun itu, Budi mengatakan, tempat tersebut akan menjadi kawasan Transit Oriented Development, yang mendapatkan bonus koefisien dasar bangunan atau KDB, koefisien luas bangunan atau KLB, dan lainnya. Kalau titik-titik tersebut tidak diatur dengan baik, maka angkutan perkotaan pun menjadi kurang maksimal.

    "Katakan kita memberikan insentif, tapi ada batasan-batasan waktu untuk mereka membangunnya," ujar Budi. "Misalnya Dukuh Atas yang begitu sentral, kita harus mendorong mereka untuk meningkatkan intensivitas, pada saat membangun LRT Kita memang memang belum bisa memaksimalkan tempat-tempat yang namanya TOD."

    PT MRT Jakarta (Perseroda) dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) menandatangani Perjanjian Pemegang Saham dan Perjanjian Penataan Stasiun Terintegrasi di Kementerian Badan Usaha Milik Negara pada, Jumat, 10 Januari 2020. Dengan demikian mereka juga membentukan perusahaan patungan alias joint venture bernama PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek yang akan mengelola dan menata 72 stasiun, termasuk kereta api bandara dan kereta commuterline.

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan kerja sama itu adalah bentuk kolaborasi tiga unsur, yaitu Kementerian Badan Usaha Milik Negaa, Kementerian Perhubungan, dab Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. “Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memiliki 51 persen saham. Saat ini moda transportasi darat dan kereta akan menjadi satu. Fase awal menata empat stasiun, yaitu Stasiun Tanah Abang, Stasiun Juanda, Stasiun Senen, dan Stasiun Sudirman,” kata dia.

    CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.