Usai Libur Natal, Laju IHSG Diprediksi Menghijau

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karyawan melintas di depan layar pergerakan IHSG, Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 10 Juni 2019. Pasca libur Lebaran, perdagangan IHSG dibuka menguat 90,91 poin atau 1,4 persen ke 6.300,036, sementara pada sore harinya IHSG diutup di level 6.289,61. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Karyawan melintas di depan layar pergerakan IHSG, Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 10 Juni 2019. Pasca libur Lebaran, perdagangan IHSG dibuka menguat 90,91 poin atau 1,4 persen ke 6.300,036, sementara pada sore harinya IHSG diutup di level 6.289,61. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan atau IHSG diprediksi berpotensi bergerak dengan tren bullish pada perdagangan hari ini Kamis 26 Desember 2019.

    Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji memprediksi laju support pertama maupun kedua memiliki range pada 6239.00 hingga 6210.78. 

    Sementara itu, resistance pertama maupun kedua memiliki range pada 6348.31 hingga 6404.58. Berdasarkan indikator, MACD, stochastic dan RSI menunjukkan sinyal positif.

    “Di sisi lain, terlihat pola three outside up candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi bullish continuation pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke resistance terdekat,” sebutnya dalam riset, seperti yang dilansir Bisnis.com.

    Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, pada perdagangan Kamis 26 Desember 2019 yakni ELSA, LPCK, MAIN, SMRA, UNTR, dan WSBP.

    Pergerakan IHSG pada perdagangan Senin 23 Desember 2019, ditutup menguat 0,34 persen atau 21,54 poin di level 6.305,91, level penutupan tertinggi sejak 24 Oktober.

    Dari 670 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, sebanyak 174 saham menguat, 213 saham melemah, dan 283 saham stagnan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Animal Crossing dan 9 Aplikasi Makin Dicari Saat Wabah Covid-19

    Situs Glimpse melansir peningkatan minat terkait aplikasi selama wabah Covid-19. Salah satu peningkatan pesat terjadi pada pencarian Animal Crossing.