Kecelakaan Bus di Pagaralam, PU Diusulkan Rekayasa Kontur Jalan

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat perkenalan Menteri Kabinet Indonesia Maju di Veranda Istana Negara, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat perkenalan Menteri Kabinet Indonesia Maju di Veranda Istana Negara, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi akan mengusulkan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk melakukan rekayasa kontur jalan yang dilalui Bus Sriwijaya sebelum kecelakaan di Pagaralam, Sumatera Selatan.

    Pasalnya, jalan yang dilintasi bus sebelum akhirnya terjun masuk jurang termasuk rawan kecelakaan. "Jalan-jalan terlalu menikung. Jadi kita akan bahas dengan Kementerian PU, kita usulkan untuk membuat jalan-jalan baru sehingga tidak ada suatu tekukan-tekukan yang bahaya," kata Budi Karya seusai menghadiri acara ramah tamah Natal di kediaman Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G.Plate di Jakarta Selatan, Rabu, 25 Desember 2019. 

    Budi Karya juga menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas musibah kecelakaan Bus Sriwijaya pada Senin malam lalu. Ia menyatakan telah menugaskan beberapa pihak dari Direktur Jenderal Perhubungan Darat terutama dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), dan belum ada perkembangan yang maksimal.

    "Update belum maksimal hari ini, karena kita masih minta KNKT untuk melakukan klarifikasi apa yang terjadi," ujar Budi Karya.

    Sebelumnya, kecelakaan lalu lintas tunggal menimpa Bus Sriwijaya dengan jenis kendaraan Mitsubishi Fuso BM bernomor polisi BD 7031 AU. Kecelakaan bus itu terjadi di Jalan Lintas Pagaralam - Lahat KM 9 Desa Plang Kenidai Kelurahan Plang Kenidai Kecamatan Dempo Tengah Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan pada Senin 23 Desember 2019 pukul 23.15.

    Saat ini korban meninggal dunia tercatat sudah mencapai 31 orang. Sisanya 13 orang lagi selamat dengan kondisi luka berat dan ringan. 

    Berdasarkan data yang dilaporkan oleh Polres Pagaralam, kronologi kejadian yakni Bus Sriwijaya pada awalnya membawa penumpang kurang lebih 50 orang dan berjalan dari arah Bengkulu kota yang mengarah ke Palembang. Bus berangkat sekitar pukul 14.00 WIB dari pangkalan. Saat melewati TKP tikungan Lematang Indah KM 9 kota Pagaralam, bus tidak kuat menanjak sehingga melorot dan terjun bebas ke jurang sedalam kurang lebih 80 meter.

    Kepala Bidang Humas Polda Sumsel, Kombes Pol, Supriyadi sebelumnya menyatakan lokasi kecelakaan maut yang menimpa bus Sriwijaya di Liku Lematang Desa Plang Kenidai Kota Pagaralam dikenal rawan lantaran topografi jalan cenderung turunan berbelok nyaris berbentuk lingkaran.

    Supriyadi menyebutkan lokasi tersebut juga sering terjadi kecelakaan berdasarkan laporan yang kerap masuk ke polsek setempat. "Tapi itulah satu-satunya jalur yang bisa dilintasi kalau lewat Pagaralam," ujarnya, Selasa, 24 Desember 2019.

    Jika memang terdapat jalur alternatif lain dari Palembang ke Bengkulu di Kota Pagaralam, menurut Supriyadi, maka pengendara lebih baik tidak melewati Liku Lematang tersebut.

    Kota Pagaralam merupakan wilayah pegunungan memang dikenal memiliki jalan penghubung yang berliku dan naik-turun. Tak jarang di sisi jalan terdapat jurang yang mengarah ke semak-semak maupun sungai, kondisi tersebut kadang diperparah dengan tidak adanya penerangan di beberapa titik.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.