Natal dan Tahun Baru, Menhub Cermati Banyaknya Mobil Pribadi

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kendaraan memadati jalan tol Jakarta - Cikampek KM 28, Karawang, Jawa Barat, Sabtu, 21 Desember 2019. PT Jasa Marga memprediksi puncak arus mudik libur natal dan tahun baru jatuh pada hari ini. ANTARA/M Ibnu Chazar

    Sejumlah kendaraan memadati jalan tol Jakarta - Cikampek KM 28, Karawang, Jawa Barat, Sabtu, 21 Desember 2019. PT Jasa Marga memprediksi puncak arus mudik libur natal dan tahun baru jatuh pada hari ini. ANTARA/M Ibnu Chazar

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa kementeriannya sudah menggelar riset persiapan libur Natal dan Tahun Baru. Salah satu hasil sigi, masyarakat yang ingin melakukan perjalanan dengan kendaraan pribadi mencapai 50 persen.

    "Artinya, keinginan menggunakan kendaraan pribadi tetap tinggi. Di satu sisi kita senang karena menunjukkan kemakmuran negara kita. Tetapi di sisi lain, ini warning untuk kita," kata Menhub Budi Karya di Pelabuhan Kali Adem, Jakarta Utara, Selasa, 24 Desember 2019.

    Menurut Menhub, perjalanan liburan seperti pada masa Natal dan Tahun Baru ini seyogyianyan masyarakat menggunakan angkutan massal, seperti kereta, bus, atau pesawat. Namun, dinamika masyarakat, justru tren naik kendaraan pribadi yang meningkat. "Oleh karenanya pemerintah harus siap melakukan kegiatan-kegiatan yang lebih massif," ujar Budi Karya.

    Salah satu langkah yang sudah dilakukan pemerintah, kata dia, adalah menyediakan jalan tol layang Jakarta Cikampek. "Sediakan Japek, dengan segala plus minusnya, saya apresiasi apa yang dilakukan karena itu mengurangi angka kemacetan," kata dia.

    Dia mengatakan Kemenhub dan Korlantas juga sudah menyiapkan rekayasa lalu lintas saat terjadi kemacetan panjang di masa liburan Natal dan Tahun Baru ini. "One way, kalau padat sekali one way. Tetapi kalau tidak begitu padat, ada contraflow," ujar Budi.

    HENDARTYO HANGGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.