Pesan Jokowi ke UMKM: Kuasai Pasar Dalam Negeri, Dorong ke Global

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo saat acara Pengarahan Presiden Republik Indonesia Pada Rapat Koordinasi Nasional (RAKORNAS) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dan Silaturahmi Nasional Bank Wakaf Mikro (BWM) Tahun 2019 di Jakarta, Selasa 10 Desember 2019. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo saat acara Pengarahan Presiden Republik Indonesia Pada Rapat Koordinasi Nasional (RAKORNAS) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dan Silaturahmi Nasional Bank Wakaf Mikro (BWM) Tahun 2019 di Jakarta, Selasa 10 Desember 2019. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengingatkan agar pelaku UMKM tidak  meninggalkan pasar domestik karena terlalu konsentrasi menggenjot produksinya ke pasar ekspor. Sehingga pasar dalam negeri justru diserbu barang impor.

    "Pasar dalam negeri harus dikuasai, tetapi setelah itu dorong ke pasar global guna meningkatan devisa," ujar Jokowi saat memberikan sambutan dalam acara UMKM Export Brilianpreneur 2019, di JCC, Jakarta Selatan, Jumat 20 Desember 2019.

    Jokowi juga meminta bagi para pelaku ekonomi, khususnya UKM, untuk terus meningkatkan kapasitas produksi mereka. Langkah ini, perlu dilakukan supaya Indonesia bisa mengekspor lebih banyak.

    Namun, lanjut Jokowi, jangan sampai upaya meningkatkan kapasitas dan daya saing produk dengan tujuan pasar ekspor, justru membuat lupa pentingnya penguasaan pasar domestik. Apalagi, pangsa pasar domestik Indonesia sangat besar.

    "Saya tau pasar domestik kita besar dan saya tidak mau pasar kita dibanjiri oleh produk impor. Ngga mau. Tapi memang bukan hal mudah, karena dalam ekonomi terbuka, kita tidak bisa menutup diri," ujar Jokowi.

    Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Sunarso mengatakan untuk mendukung ekspansi UKM, perseroan telah menyalurkan kredit hingga Rp 701 triliun. Angka ini setara dengan 78 persen dari total kredit yang dikucurkan oleh BRI sebanyak Rp 903 triliun.

    Selain itu, BRI juga telah mendorong UKM untuk bisa naik kelas lewat sejumlah pelatihan. Sepanjang tahun 2019, BRI telah mendorong sebanyak 1,2 juta pelaku usaha UMKM untuk naik kelas. Dengan tambahan ini total telah ada 5,5 juta nasabah BRI yang telah naik kelas setelah mengikuti pelatihan BRI.

    "Beberapa program itu, misalnya kami aktif lakukan kegiatan pemberdayaan UMKM, Rumah Kreatif BUMN, pelatihan 356 ribu peserta, inkubator agar UMKM naik kelas, kemitraan bina lingkungan," kata Sunarso dalam sambutannya, dalam acara yang sama, Jumat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.