Buka Posko, ESDM Ingin Jaga Stok BBM Saat Natal dan Tahun Baru

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Fanshurullah Asa saat mengelar konferensi pers di kantornya mengenai Pembukaan Posko Sektor ESDM untuk mengantisipasi stok dan distribusi BBM serta kebencanaan saat Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2019. Tempo/Dias Prasongko

    Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Fanshurullah Asa saat mengelar konferensi pers di kantornya mengenai Pembukaan Posko Sektor ESDM untuk mengantisipasi stok dan distribusi BBM serta kebencanaan saat Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2019. Tempo/Dias Prasongko

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membuka posko bersama seluruh pihak yang terkait dengan stok dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) selama Hari Natal dan Tahun Baru 2019. Selain itu, posko juga dilakukan untuk mengantisipasi sejumlah bencana di tengah musim hujan.

    "Posko bersama dibentuk sesuai dengan Keputusan Menteri ESDM No. 228/K/07/MEM/2019 tertanggal 15 November 2018. Dalam hal ini saya sebagai Kepala BPH Migas ditunjuk sebagai penanggung jawab," ujar Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Fanshurullah Asa saat mengelar konferensi pers di kantornya, Rabu 18 Desember 2019.

    Fanshurullah menjelaskan, posko yang diberi nama Posko Nasional Sektor ESDM ini bakal dibuka selama 22 hari, yaitu pada 18 Desember 2019 hingga 8 Januari 2019 atau H-7 dan H+14 Hari Raya Natal. Nantinya, posko bakal dijaga selama dua shift dalam satu hari.

    Sementara itu, sepanjang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2019, diperkirakan bakal terjadi dua kali puncak pemakaian dan pendistribusian BBM. Puncak konsumsi pertama diprediksi bakal terjadi pada 24 Desember 2019 (H-1) dan 31 Desember 2019 (H+6). Berdasarkan proyeksi pemakaian paling tinggi bakal terjadi untuk BBM baik subsidi dan nonsubsidi dibandingkan dengan solar.

    Fanshurullah menjelaskan pada puncak distribusi BBM pertama diperkirakan mencapai total 120,01 ribu kiloliter. Sedangkan Solar hanya mencapai 32,20 kiloliter. Sedangkan puncak kedua BBM yang didistribusikan diperkirakan mencapai total 124,31 kiloliter dan solar mencapai 37,91 kiloliter.

    "Memang untuk untuk solar (gasoil) cenderung turun berdasarkan data Pertamina. Kendaraan industri cenderung menurun tetapi tetap ada puncaknya, pada 21 Desember dan 25 Desember," kata Fanshurullah.

    Selanjutnya, sepanjang Natal dan Tahun Baru 2019 Pertamina telah menyiapkan pasokan untuk LPG selama 17 hari, BBM selama 19 hari, avtur selama 15 hari dan juga solar selama 16 hari. Selain itu, untuk memastikan pasokan, Pertamina telah menyiapkan layanan khusus di titik yang belum ada fasilitas dan layanan BBM dan LPG.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara