Temui Jokowi, Eks Bos Bank Dunia Minat Investasi di 3 Tempat

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (tengah), Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kedua kanan), Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (kanan), Presiden Grup Bank Dunia Jim Yong Kim (kiri) dan Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde (kedua kiri) berfoto bersama saat media briefing penutupan Pertemuan Tahunan IMF - World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Bali, Minggu (14/10). ANTARA

    Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (tengah), Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kedua kanan), Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (kanan), Presiden Grup Bank Dunia Jim Yong Kim (kiri) dan Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde (kedua kiri) berfoto bersama saat media briefing penutupan Pertemuan Tahunan IMF - World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Bali, Minggu (14/10). ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Eks bos Bank Dunia, Jim Yong Kim, menyampaikan keinginannya berinvestasi di Indonesia kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat, 13 Desember 2019.

    Didampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Jim Yong Kim optimistis dengan pemerintahan Jokowi. "Saya sangat optimistis dengan negara ini, dengan pemerintahan ini, dan kami sudah di tahap awal dalam investasi," katanya usai bertemu Jokowi.

    Jim Yong Kim mengatakan Indonesia saat ini sedang fokus mengembangkan sumber daya manusia. Menurut dia, hal itu menarik swasta untuk berinvestasi khususnya di bidang infrastruktur. "Saya pikir kombinasi pengembangan SDM Indonesia dan pembangunan infrastruktur akan menjadi formula yang baik," kata dia.

    Luhut menjelaskan, setelah tak lagi menjabat di Bank Dunia, Jim Yong Kim kini bekerja menjadi partner di Global Infrastructure Partners. Jim Yong Kim berminat melakukan investasi di tiga tempat di Indonesia. "Presiden sudah setuju tadi, yaitu di hydropower di Kalimantan Utara, kemudian manajemen airport, dan juga transmisi," ujar dia.

    Luhut berharap, investasi tersebut mulai masuk pada tahun depan. Nilai investasinya, kata Luhut, cukup besar. "Mereka tidak mau menyebutkan. Tapi akan sangat besar lah ya. Anda bisa bayangkan."

    Menurut Luhut, Jokowi menyambut baik rencana investasi tersebut dan meminta dirinya untuk menindaklanjuti. Luhut juga menyebut Jokowi dan Jim Yong Kim memiliki hubungan sebagai teman baik.

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.