Erick Pecat Bos Garuda, Awak Kabin: Kami Sangat Bersyukur

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra alias Ari Askhara, Direktur Utama PT Garuda Indonesia yang dicopot dari jabatannya sore ini, Kamis, 5 November 2019. Pengumuman itu disampaikan langsung oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara atau BUMN Erick Thohir. TEMPO/Tony Hartawan

    I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra alias Ari Askhara, Direktur Utama PT Garuda Indonesia yang dicopot dari jabatannya sore ini, Kamis, 5 November 2019. Pengumuman itu disampaikan langsung oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara atau BUMN Erick Thohir. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI) Zaenal Muttaqin mendukung Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir atas pencopotan Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra alias Ari Askhara. Menurut dia, Ari telah mengeluarkan banyak kebijakan yang merugikan karyawan dan penumpang.

    "Maka kami sangat bersyukur bahwa Pak Erick sudah memecatnya," ujarnya di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat, 6 Desember 2019.

    Zaenal mencontohkan banyak kebijakan aneh Ari Askhara yang merugikan para awak kabin. Antara lain: menghentikan iuran anggota, mempersulit terjadinya Perjanjian Kerja Bersama (PKB), menggrounded alias melarang terbang para pengurus serikat pekerja, memecat tanpa dasar yang jelas beberapa awak kabin, hingga membentuk serikat pekerja tandingan yang membela kepentingannya.

    "Cukup banyak kebijakan aneh Ari Askhara selama menjabat Dirut Garuda Indonesia yang benar-benar merugikan awak kabin. Maka dari itu, kami sangat bersyukur Pak Erick memecatnya," ujar Zaenal.

    Zaenal meminta pemerintah dalam hal ini Kementerian BUMN mengusut tuntas keterlibatan jajaran direksi lain yang merugikan maskapai seperti Ari Askhara.

    Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir telah memberhentikan Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara terkait dugaan penyelundupan sepeda motor Harley Davidson melalui pesawat anyar Garuda, Airbus 330-900 Neo.

    "Saya, Menteri BUMN akan memberhentikan saudara Direktur Utama Garuda Indonesia, tapi karena perusahaan publik akan ada prosesnya lagi," ujar Erick di Kantor Kementerian Keuangan, Kamis, 5 Desember 2019.

    Erick mengatakan pemberhentian itu dilakukan lantaran proses penyelundupan diduga dilakukan secara menyeluruh oleh Garuda Indonesia. Oleh karena itu, selain memberhentikan Ari Askhara, Erick mengatakan bakal mengusut tuntas kasus tersebut, hingga mencari akar permasalahannya, dan akan membawanya ke ranah hukum pidana.

    EKO WAHYUDI l CAESAR AKBAR



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Catatan Kinerja Pemerintahan, 100 Hari Jokowi - Ma'ruf Amin

    Joko Widodo dan Ma'ruf Amin telah menjalani 100 hari masa pemerintahan pada Senin, 27 Januari 2020. Berikut catatan 100 hari Jokowi - Ma'ruf...