Aturan Bisnis Ikan Hias Akan Disederhanakan

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung memotret ikan hias di pameran dan promosi ikan hias di Balai Penelitian dan Pengembangan Ikan Hias, Pancoran Mas, Depok, 7 November 2014. Kota Depok menjadi sentra budidaya ikan hias di Jawa Barat dengan produksi 77 juta ekor per tahun. Tempo/Ilham Tirta

    Pengunjung memotret ikan hias di pameran dan promosi ikan hias di Balai Penelitian dan Pengembangan Ikan Hias, Pancoran Mas, Depok, 7 November 2014. Kota Depok menjadi sentra budidaya ikan hias di Jawa Barat dengan produksi 77 juta ekor per tahun. Tempo/Ilham Tirta

    TEMPO.CO, Jakarta - Kemenko Kemaritiman dan Investasi melalui Asisten Deputi Sumber Daya Hayati, Suparman Sirait mengatakan, segala regulasi yang menghambat segala sesuatu mengenai pengembangan ikan hias akan ditinjau kembali.

    "Kita akan teliti kembali semua regulasi, kita akan sederhanakan sesuai dengan janji Presiden Jokowi agar jangan ada regulasi yang tumpang tindih, kami akan kendalikan sesuai tugas pokok dan fungsi yang ada di kami di Kemenko," kata Asdep Suparman dalam keterangan tertulis, Sabtu, 30 November 2019.

    Hal itu dia sampaika usai pembukaan gelaran pameran ikan hias terbesar di dunia, Nusatic 2019, di Tangerang, Banten.

    Asdep Suparman menjelaskan dengan Nusatic 2019 ini, ditargetkan salah satunya akan mampu mendorong ekspor ikan hias. Dimana target pemerintah di tahun 2020, ekspor ikan akan mampu menyumbang US$ 6,1 miliar dan 6 hingga 10 persen adalah kontribusi dari ikan hias.

    "Potensi itu kita berharap dapat menyumbang lebih besar lagi, kita punya sekitar 1235 jenis ikan hias, tidak sampai 10 persennya saja sudah terbesar di dunia," ujarnya.

    Dalam kesempatan itu, Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo yang turut hadir membuka Nusatic 2019, mengatakan apresiasinya atas terselenggaranya pameran ikan hias ini, ia pun berharap dengan Nusatic 2019 juga bisa menjadi sarana komunikasi antara masyarakat dan pemerintah.

    "Ini luar biasa dan dapat menciptakan ekonomi-ekonomi baru. Jangan ragu memberikan masukan kepada kami di pemerintah, ini adalah tugas kami untuk membangun komunikasi yang komprehensif, semoga gelaran ini tidak hanya disini tetapi bisa di daerah lain di Indonesia," kata Edhy.

    Terkait dengan regulasi, Edhy Prabowo, mengatakan juga akan menyederhanakan berbagai aturan yang menghambat. "Ke depannya akan kami permudah, seperti kargo pengangkutan ikan hias antar pulau, kita belum bicara ekspor disini. Ke depan KKP akan menyelesaikan segera permasalahan-permasalahan yang ada," ujar dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.