Amartha Raih Pendanaan Seri B dari Ventura Asing dan Lokal

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Andi (32 tahun) merupakan lulusan Harvard Kennedy School dan CEO salah satu lembaga keuangan mikro PT Amartha. Ia dikenal bergerak di dunia entrepreneur dan banyak meraih penghargaan atas inovasinya, termasuk atas kepeduliannya, terhadap sektor-sektor UMKM. Blog.amartha.com

    Andi (32 tahun) merupakan lulusan Harvard Kennedy School dan CEO salah satu lembaga keuangan mikro PT Amartha. Ia dikenal bergerak di dunia entrepreneur dan banyak meraih penghargaan atas inovasinya, termasuk atas kepeduliannya, terhadap sektor-sektor UMKM. Blog.amartha.com

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) meraih pendanaan seri B yang diinisiasi oleh LINE Ventures, Bamboo Capital Partners, UOB Venture Management, PT Teladan Utama, dan PT Medco Intidinamika.

    Founder & CEO Amartha Andi Taufan Garuda Putra, mengatakan saat ini Amartha telah menyalurkan pendanaan Rp1,6 triliun kepada lebih dari 343.000 mitra di 5.200 desa di Jawa dan Sulawesi. 

    “Amartha ingin memberikan kesempatan bagi seluruh perempuan yang berada dalam piramida ekonomi terbawah untuk dapat meningkatkan kesejahteraan mereka secara keseluruhan. Dengan memperluas jangkauan ke seluruh pelosok negeri,” ujar Taufan seperti dikutip dari siaran pers, Selasa 26 November 2019.

    Pendanaan seri B ini akan Amartha gunakan untuk ekspansi bisnis ke seluruh Indonesia agar dapat memberdayakan lebih banyak lagi perempuan dan keluarga di pedesaan.

    Amartha merupakan perusahaan teknologi finansial P2P lending berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menghubungkan perempuan pengusaha mikro di pedesaan dengan pendana di perkotaan yang ingin meraih keuntungan sekaligus menciptakan dampak sosial yang nyata di masyarakat.

    Amartha mengembangkan platform teknologi dan algoritma guna mengotomatiskan aspek operasional, layanan dan sistem penilaian kredit yang akurat dan aman. Selain itu, Amartha mengimplementasikan sistem tanggung renteng kepada para mitra Amartha guna membangun kohesi sosial dan menekan angka gagal bayar.

    Direktur Investasi LINE Ventures James Lim mengatakan Amartha memiliki misi untuk menjembatani kesenjangan akses keuangan di pedesaan Indonesia, yang kurang terlayani dan terabaikan. 

    Menurutnya, Amartha berada dalam posisi yang baik untuk memelihara dan mempromosikan kesejahteraan sosial ekonomi yang lebih sehat di seluruh negeri. LINE Ventures bersemangat untuk bergabung dengan misi Amartha dalam membawa dampak sosial dan inklusi keuangan di seluruh Indonesia.

    UOB Venture Management telah berinvestasi di Amartha melalui entitasnya, Asia Impact Investment Fund I. Seah Kian Wee, Managing Director dan CEO UOB Venture Management mengatakan UOB Venture Management  berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan inklusif dengan mendanai perusahaan yang inovatif yang berfokus melayani masyarakat berpenghasilan rendah. 

    “Hal ini mengikuti investasi kami lainnya pada perusahaan teknologi terkemuka di Indonesia yang menyediakan akses layanan kesehatan dan pendidikan yang berkualitas,” katanya.

    Fund Manager Bamboo Capital Partners, Bernhard Eikenberg mengatakan dirinya melihat peluang signifikan bagi Amartha untuk ekspansi bisnis ke seluruh Indonesia. “Dengan rekam jejak Bamboo dalam berinvestasi di perusahaan sejenis, kami juga dapat memberikan pengalaman dan pengetahuan kami untuk mendukung Amartha yang sedang mengalami fase pertumbuhan ini."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.