Staf Erick Thohir Sebut Alasan Eselon I Kementerian BUMN Dirombak

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir saat ditemui media di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa 5 November 2019. Tempo/Dias Prasongko

    Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir saat ditemui media di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa 5 November 2019. Tempo/Dias Prasongko

    Tempo.Co, Jakarta - Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara Arya Sinulingga membenarkan Menteri BUMN Erick Thohir merombak pejabat di jajaran eselon I Kementerian BUMN, yakni di jajaran deputi hingga sekretaris kementerian. "Supaya ada penyegaran di dalam Kementerian BUMN," ujar Arya di Kantor Kementerian BUMN, Senin, 18 November 2019.

    Kata Arya, para deputi sudah terlampau lama menempati jabatannya di BUMN. Sehingga, mereka diharapkan bisa melakukan penyegaran, salah satunya dengan berkecimpung langsung di perusahaan-perusahaan pelat merah. "Kami akan meminta untuk ke perusahaan, untuk memegang BUMN, bisa saja nanti di manajemen, karena kan sudah kelamaan di birokrasi, saatnya refresh," tutur dia.

    Selanjutnya, Arya mengatakan pengganti para eselon I itu masih dikaji dan dicari. "Yang pasti pengganti deputi adalah orang-orang uang bisa membuat kita berlari cepat," ujar dia. Pejabat baru itu akan dicari dari kalangan birokrasi atau orang yang kuat birokrasi dan administrasinya.

    Dilansir dari Antara, Menteri BUMN Erick Thohir telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) terkait pemberhentian eselon I Kementerian BUMN. “Hari ini, SK (surat keputusan pemberhentian) sudah turun. Jadi, seluruh eselon I akan mendapatkan tempat baru,” kata sumber di Kementerian BUMN, Senin, 18 November 2019.

    Sumber yang juga merupakan pegawai Kementerian BUMN menjelaskan tujuh orang yang menjabat eselon I di Kementerian BUMN sudah mendapatkan posisi baru sebagai dewan direksi di sejumlah perusahaan BUMN.

    Imam Apriyanto yang sebelumnya menjabat Sekretaris Kementerian BUMN akan menjabat sebagai Wakil Direktur Utama PIHC (Pupuk Indonesia Holding Company), Gatot Trihargo yang sebelumnya menjabat Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan Kementerian BUMN akan ditempatkan sebagai Wadirut Perum Bulog.

    Wahyu Kuncoro, Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi akan ditempatkan sebagai Wadirut PT Pegadaian (Persero), Hambra Samal, Deputi Infrastruktur Bidang Bisnis Kementerian BUMN akan dialokasikan pada posisi Wadirut PT Pelindo II (Persero), Edwin Hidayat Abdullah, Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata akan ditempatkan sebagai Wadirut PT Angkasa Pura II (Persero).

    Selanjutnya, Fajar Harry Sampurno, Deputi Bidang Usaha Pertambangan Industri Strategis dan Media akan menjabat Dirut PT Barata Indonesia (Persero), sedangkan Aloysius Kik Ro Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN akan menempati posisi Dirut PT Danareksa (Persero).

    Saat ditanyai kekosongan jabatan eselon I akan diisi oleh pilihan Menteri Erick Thohir, ia enggan mendetilkannya. “Saya belum tahu. Tetapi yang pasti ada Wakil Menteri BUMN akan meng-handle semua tugas pada eselon I,” ungkap sumber tersebut. Saat ini Erick Thohir memiliki dua wakil menteri BUMN yaitu Budi Gunadi Sadikin yang sebelumnya adalah Direktur Utama Holding Inalum dan Kartika Wirjoatmodjo sebelumnya Dirut Bank Mandiri.

    CAESAR AKBAR | ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.