Jan Ethes, Nama Anggur Varietas Baru Inovasi Kementan

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Politisi Partai Nasdem Syahrul Yasin Limpo tiba di Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta, Selasa, 22 Oktober 2019. ANTARA

    Politisi Partai Nasdem Syahrul Yasin Limpo tiba di Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta, Selasa, 22 Oktober 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memberi nama tak biasa untuk varietas anggur hasil inovasi Badan Litbang kementeriannya. Kali ini, anggur itu diberi nama Jan Ethes SP 1, serupa dengan nama cucu pertama Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

    “Saya suka nama itu. Dalam bahasa Jawa, artinya sangat bagus. Jan berarti sangat, Ethes berarti cekatan. Pas sekali. Ini varietas unggul," ucapnya dalam keterangan tertulis, Jumat, 15 November 2019.

    Nama varietas anyar itu ditabalkan dalam acara bertajuk pekan inovasi mangga nasional yang digelar di kebun Instalasi Penelitian Pengembangan Teknologi Pertanian Cukurgondang, Pasuruan, Jawa Timur. Syahrul berharap, nama yang bernuansa Jawa itu memiliki makna baik.

    Ia juga berkukuh kementeriannya bakal mengembangkan varietas anggur ini untuk mendorong peningkatan produksi buah dalam negeri. Ihwal rasa anggur, Syahrul mengatakan varietas ini memiliki karakter yang unggul.

    "Cita rasa buah anggur sangat manis segar. Tekturnya daging buah krispi dan tidak terlalu berair," tuturnya.

    Syahrul membeberkan bahwa varietas anggur ini tidak mudah rontok. Karenanya, anggur mudah disimpan selama tujuh hari setelah panen di suhu ruang. Sedangkan di dalam lemari penyejuk, anggur varietas anyar tersebut bisa bertahan hingga 14 hari.

    Saat ini, anggur varietas Jan Ethes diperhitungkan dapat mencapai target produksi 25 kilogram per tanaman per tahun. Ia memprediksi, dengan angka ini, kebutuhan anggur konsumsi dalam negeri dapat terpenuhi.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.