Ada Indikasi Flu Babi Afrika di Daerah, Mentan Bentuk Tim Khusus

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Syahrul Yasin Limpo tiba di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 22 Oktober 2019. TEMPO/Subekti.

    Syahrul Yasin Limpo tiba di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 22 Oktober 2019. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan akan menggencarkan isolasi dan karantina terkait dugaan adanya wabah Flu Babi Afrika atau demam babi Afrika dan kolera babi di beberapa daerah. Dia mengatakan sudah mengirim surat kepada kepala daerah mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten terkait hal ini.

    "Hari ini saya menyurat langsung kepada para gubernur, yang terkait dengan itu bupati agar benar-benar isolasi, dan balik ke karantina dan saya akan ketat melakukan itu," kata Syahrul ditemui di kantor Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Jakarta Selatan, Jumat 8 November 2019.

    Dia akan melakukan pengendalian langsung terkait dugaan wabah ini. Dia juga mengatakan, Kementerian Pertanian telah membentuk tim khusus untuk menangani langsung soal dugaan wabah ini. Tim atau desk khusus ini dibentuk mulai dari level nasional hingga kabupaten bahkan sampai ke peternakan.

    Sebelumnya, 4.682 ekor ternak babi di Provinsi Sumatera Utara ditemukan mendadak mati. Ribuan ternak yang tersebar di 11 kota/kabupaten itu, diduga tidak hanya terjangkit virus Hog Cholera atau Kolera Babi, melainkan juga terindikasi virus African Swine Fever (ASF) atau flu babi Afrika atau demam babi Afrika.

    Dugaan itu, berdasarkan hasil uji laboratorium sampel bangkai babi di Medan yang dilakukan Balai Veteriner Medan. Kendati demikian, sejauh ini, hal tersebut masih sebatas indikasi temuan.

    "Saya katakan indikasi karena selama ini tidak pernah ada dan saya katakan sampai saat ini tidak ada serangan virus ASF, tapi kalau indikasi ASF, iya. Beda antara ada dan indikasi ya," kata Kepala Balai Veteriner Medan Agustia MP seperti dikutip Bisnis.

    Agustia menjelaskan bahwa untuk membuktikan adanya ASF, harus dilakukan uji lab berkali-kali. Sebabnya, virus ASF ini belum pernah ada atau menjangkiti Indonesia dan belum ada obatnya.

    Adapun, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumatera Utara sebelumnya mencatat ada 11 Kabupaten/Kota yang diduga terkena wabah virus hog cholera. Beberapa di antaranya yakni, Dairi, Deli Serdang, Medan, Karo, Toba Samosir, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan dan Samosir.

    DIAS PRASONGKO | BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.