Distribusikan Pasokan Pangan, Bulog Gandeng Grab

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso melepas 20 truk untuk operasi pasar wilayah DKI Jakarta dari Kantor Pusat Perum Bulog, Senin, 23 September 2019. TEMPO/Eko Wahyudi

    Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso melepas 20 truk untuk operasi pasar wilayah DKI Jakarta dari Kantor Pusat Perum Bulog, Senin, 23 September 2019. TEMPO/Eko Wahyudi

    TEMPO.CO, Jakarta - Perum Bulog bekerja sama dengan perusahaan aplikasi berbasis transportasi, Grab, terkait distribusi pemenuhan pasokan pangan yang berkualitas dan terjangkau.

    Kerja sama ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Direktur Komersial Perum Bulog Mansur dan Managing Director of Grab Indonesia Neneng Goenadi di Gedung Smesco, Jakarta, Kamis, 7 November 2019. Penandatanganan disaksikan oleh Menteri Koperasi dan UKM, Menteri Perhubungan serta Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso.

    "Sebagai bagian dari komitmen BULOG untuk memastikan ketahanan pangan, kami bangga dapat bermitra dengan Grab untuk membantu mendistribusikan pangan kepada pemangku kepentingannya serta memperkuat kerjasama kami dengan salah satu startup top nasional," kata Budi Waseso atau akrab disapa Buwas melalui keterangan tertulis di Jakarta, Kamis, 7 November 2019.

    Kerja sama ini dilakukan dengan tujuan memperlancar pasokan pangan khususnya beras yang berkualitas dan terjangkau kepada para pemegang kepentingan Grab, termasuk agen GrabKios, mitra pengemudi Grab dan masyarakat umum.

    Buwas berharap dengan partisipasi dalam ekonomi digital ini, akan menjadi awal dari bertambahnya fitur-fitur yang bermanfaat bagi Bulog dalam waktu dekat.

    Dengan jumlah jaringan gudang mencapai lebih dari 1.400 unit yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, Bulog telah menjadi bagian dari kekuatan nasional untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional dalam hal ketersediaan, keterjangkauan dan stabilisasi harga.

    Melalui ekosistem digital, Grab Indonesia juga telah berkontribusi dalam pembangunan sosial dan ekonomi Indonesia yaitu dengan menciptakan lapangan pekerjaan, mendorong pertumbuhan usaha kecil menengah dan ekonomi kreatif. Sampai dengan saat ini sudah terbentuk agen GrabKios sebanyak 2,6 juta warung yang tersebar di seluruh Indonesia.

    Budi Waseso mengatakan supply chain (rantai pasokan) di era saat ini sudah berbentuk sebuah network (jaringan).

    "Atas dasar tersebut, kami percaya bahwa sinergi antara jaringan gudang Bulog dengan ekosistem digital Grab Indonesia akan membawa manfaat besar bagi seluruh masyarakat di Indonesia, utamanya dalam hal penyediaan komoditas pangan berkualitas dengan harga terjangkau," kata dia.

    Managing Director of Grab Indonesia, Neneng Goenadi mengatakan dengan mendukung warung-warung, Grab meyakini dapat memberi manfaat dari ekonomi digital ini, meskipun saat ini masih banyak masyarakat yang belum memiliki akses terhadap internet.

    Dengan GrabKios, Grab tidak hanya bertujuan untuk memberdayakan warung, tapi juga menjadikan mereka sebagai titik akses yang memungkinkan lebih banyak masyarakat mengakses produk-produk digital, layanan keuangan, asuransi, tabungan dan layanan lainnya untuk pertama kalinya.

    "Kami percaya akan terbukanya peluang untuk membawa perubahan hingga ke pelosok Indonesia. Ini adalah salah satu visi Grab for Good yang ingin kami capai," kata Neneng.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.