Bos Baru Bank Mandiri Diminta Tingkatkan Modal, Ini Sebabnya

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bank Mandiri ATM. TEMPO/Dinul Mubarok

    Bank Mandiri ATM. TEMPO/Dinul Mubarok

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat perbankan Indonesia Banking School (IBS) Batara Simatupang mengatakan setidaknya ada dua pekerjaan rumah yang mesti diselesaikan oleh Direktur Utama Bank Mandiri yang baru nantinya. Saat ini posisi orang nomor 1 di perusahaan perbankan pelat merah itu belum terisi, setelah ditunjuknya Kartika Wirjoatmodjo sebagai Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara di Kabinet Indonesia Maju Periode 2019 - 2024.

    Pekerjaan rumah itu antara lain meningkatkan modal untuk memperbesar modal Bank Mandiri. "Juga secara cepat membebaskan Bank Mandiri dari perangkap NPL (non performing loan) dan persoalan hukum yang belum selesai," ujar Batara dalam pesan singkat kepada Tempo, Sabtu, 2 November 2019.

    Berdasarkan laporan kinerja Bank Mandiri triwulan III 2019, tercatat pertumbuhan rata-rata Kredit Konsolidasi yang mencapai 11,5 persen year-on-year atau mencapai Rp 806,8 triliun pada September 2019.

    Pertumbuhan kredit tersebut dibarengi dengan perbaikan kualitas. Rasio NPL atau kredit macet gross turun 48 basis poin menjadi hanya 2,53 persen dibandingkan September tahun lalu. Perbaikan ini membuat Bank Mandiri dapat menurunkan biaya CKPN alias Cadangan Kerugian Penurunan Laba sebesar 6,27 persen.

    Di samping itu, Batara melihat kinerja Bank Mandiri cukup baik. Catatannya, rasio modal minimal bank masih sangat besar yaitu di angka 22,5 persen. Ia mengingatkan bahwa CAR besar bukan berarti label baik. "CAR adalah ukuran produktifitas, jadi sebaiknya Bank Mandiri melakukan ekspansi kredit dengan menjaga kisaran CAR 16 persen," tutur Batara.

    Dengan demikian, kata Batara, ROA (return on asset), ROE (return on equity) dan BOPO (Biaya Operasional Pendapatan Operasional) akan meningkat. Ke depannya, ia juga mendorong Bank Mandiri mengembangkan layanan OMNI channel secara terintegrasi hal ini untuk menghadapi tuntutan pelanggan yang semakin marak di akuisisi oleh Fintech Startup Company.

    Dengan tuntutan seperti itu, Batara mengatakan kriteria utama Direktur Utama Mandiri adalah kandidat berasal dari bank pengelola buku 4, bahkan sebaiknya dari dalam. Sehingga, kandidat memahami dengan benar dan mendalam mengenai anatomi Bank Mandiri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.