2016, Royke Tumilaar Pernah Masuk Bursa Calon Dirut Bank Mandiri

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Royke Tumilaar. Dok.TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Royke Tumilaar. Dok.TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Nama Direktur Corporate Banking PT Bank Mandiri Tbk (Persero) Royke Tumilaar mencuat sebagai kandidat kuat Direktur Utama perseroan untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Kartika Wirjoatmodjo. Kartika kini telah didapuk menjadi Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara mendampingi Erick Thohir.

    Saat pergantian Dirut Bank Mandiri pada 2016, nama Royke sempat masuk bursa calon pengganti Budi Gunadi Sadikin yang menghabiskan masa tugasnya. Royke saat itu bersanding dengan Kartiko Wirjoatmodjo yang ketika itu menjabat sebagai Direktur Finance and Strategy; dan Pahala N Mansury yang kala itu menjadi Direktur Treasury and Market.

    Bahkan, sumber Majalah TEMPO saat itu menyebut Royke bisa jadi kuda hitam di antara calon-calon lain. Namun akhirnya terpilih Kartika sebagai Dirut Bank Mandiri.

    Royke adalah orang lama di perusahaan perbankan pelat merah tersebut. Pria kelahiran tahun 1964 itu dulunya adalah pegawai Bank Dagang Negara yang kemudian dimerger menjadi Bank Mandiri pada 1999. Di BDN, terakhir ia menjabat sebagai Senior Professional di Tim Penyelesaian Kredit di Jakarta.

    Di Bank Mandiri, karier Royke terus menanjak. Pada 2007, alumnus Jurusan Ekonomi Manajemen dari Universitas Trisakti itu dipromosikan menjadi Group Head Regional Commercial Sales I sampai dengan Mei 2010, dan pada bulan Agustus 2009 merangkap sebagai Komisaris Mandiri Sekuritas.

    Pada Mei 2010, ia ditunjuk menjadi Group Head of Commercial Sales Jakarta sampai dengan Mei 2011. Selepas Mei 2011, Royke diangkat menjadi Managing Director Treasury, Financial Institutions & Special Asset Management.

    Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir mengatakan sudah mengantongi nama Dirut Bank Mandiri yang baru. Namun, Erick menolak menyebut nama Dirut Bank Mandiri tersebut.

    Dia memastikan bahwa posisi Dirut Bank Mandiri akan diisi oleh internal yang selama ini berada di perusahaan. Jika bukan internal, kata dia, pihak tersebut pernah bekerja di Bank Mandiri atau lulusan Bank Mandiri. "Yang pasti bekas lulusan atau masih orang Bank Mandiri," kata dia, Rabu lalu, 30 Oktober 2019.

    Pernyataan Erick senada dengan komentar Kartika saat dilantik menjadi Wakil Menteri BUMN. Kartika berharap penggantinya berasal dari kalangan internal bank plat merah tersebut. "Tentunya kita harapkan teman-teman dari dalam menjadi pilihan yang lebih diutamakan,” katanya, seusai dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jumat 25 Oktober 2019.

    Menurut sejumlah sumber Tempo di Kementerian BUMN, kandidat kuat direktur utama Bank Mandiri adalah Royke Tumilaar.

    Tempo berusaha menghubungi Wakil Komisaris Utama Bank Mandiri sekaligus Sekretaris Kementerian BUMN Imam Apriyanto Putra, Deputi Bidang Jasa Keuangan, Jasa Survei, dan Konsultan BUMN Gatot Trihargo, serta Royke Tumilaar terkait pemilihan nama dirut Bank Mandiri. Namun, ketiganya belum merespons pesan yang dilayangkan Tempo.

    CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.