Retak, Kementerian Perhubungan Grounded Lima Pesawat Boeing

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B Pramesti (tengah) saat memberikan keterangan terkait hasil investigasi KNKT kecelakaan Lion Air JT-610. TEMPO/JONIANSYAH HARDJONO

    Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B Pramesti (tengah) saat memberikan keterangan terkait hasil investigasi KNKT kecelakaan Lion Air JT-610. TEMPO/JONIANSYAH HARDJONO

    TEMPO.CO,Tangerang - Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B. Pramesti mengatakan telah mengrounded lima pesawat Boeing yang ditemukan keretakan. "Sekarang semuanya di-grounded tunggu hasil dari Boeing," ujarnya ketika ditanya usai konprensi pers di Bandara Soekarno-Hatta, Jum'at 1 November 2019.

    Polana mengatakan pemeriksaan dilakukan pada 213 pesawat 737 terutama yang recycle lebih dari 3000 dan tahap kedua 2000. " Awalnya ditemukan 3, 1 garuda, 2 Sriwijaya yang recyclenya diatas 3000, beberapa hari kemudian dilaporkan Lion 2 pesawat ditemukan retak tapi recycle di bawah 22 ribu," kata Polana.

    Director Safety dan Security Lion Air Daniel Putut Kuncoro Adi mengatakan telah komunikasi dengan manufaktur Boeing terhadap lossnya. " Kami ada 10 pesawat kami komunikasi dan tanggapannya cukup positif," kata Daniel.

    Untuk kerugian, kata Daniel, sudah dihitung dan sudah disampaikan ke Boeing. " Kami sudah komunikasikan dan Boeing akan bantu kompensasi. Bentuk kompensasinya mulai training perawatan loss opportunity. Itu untuk max yang kami miliki termasuk yg dipesan."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.