Menteri ESDM Arifin Tasrif Fokus Tekan Defisit Neraca Perdagangan

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) baru Arifin Tasrif (kanan) bersama Menteri ESDM lama Ignasius Jonan berbincang saat proses serah terima jabatan (Sertijab) di Ruang Sarulla, Gedung Chairul Saleh, Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019. TEMPO/Tony Hartawan

    Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) baru Arifin Tasrif (kanan) bersama Menteri ESDM lama Ignasius Jonan berbincang saat proses serah terima jabatan (Sertijab) di Ruang Sarulla, Gedung Chairul Saleh, Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Duta Besar Indonesia untuk Jepang, Arifin Tasrif, yang ditunjuk menjadi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan memfokuskan pada pembenahan defisit neraca perdagangan.

    Arifin mengungkapkan salah satu tantangan utama ke depan adalah bagaimana menekan defisit neraca perdagangan. "Kita saat ini mengalami current account deficit (CAD) perdagangan yang harus menjadi perhatian kita semua," ungkapnya di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019.

    Ia hari ini resmi mengemban amanah baru dari Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) periode 2019 - 2024. Arifin menyatakan siap menerima segala masukan konstruktif untuk menyelesaikan sejumlah tantangan di sektor ESDM yang akan menjadi tanggung jawabnya.

    "Saya sangat terbuka dengan masukan-masukan semua yang akan memberikan kebaikan, kebaikan kepada Kementerian ini, kebaikan kepada sumber daya yang ada. Kebaikan kita semua," kata Arifin Tasrif pada acara Serah Terima Jabatan di Kementerian ESDM.

    Di samping itu, sejumlah tugas besar telah menanti Arifin di Kementerian ESDM, antara lain melanjutkan program BBM Satu Harga menjadi 500 lokasi, peningkatan rasio elektrifikasi 100 persen hingga pencapaian bauran energi baru terbarukan sebesar 23 persen pada 2025.

    Seluruh pegawai Kementerian ESDM, harap Arifin, akan bekerja semaksimal mungkin untuk membangun sektor ESDM. "Kalau ada hal-hal yang bisa dibahas bersama, kita bisa lakukan. Kita perlu kerja sama dengan semaksimal mungkin untuk meningkatkan kesejahteraan negara ini," kata Arifin.

    Arifin tak lupa menceritakan latar belakang penunjukannya oleh Presiden Joko Widodo menjadi orang nomor satu di Kementerian ESDM. "Saya menerima penunjukan (sebagai Menteri) ini sudah seminggu yang lalu, tapi hanya diberikan kabar disuruh ke Jakarta. Baru tadi malam ke Istana. Lalu tadi pagi baru dikasih tahu kementerian yang ditugaskan," ungkapnya.

    Secara latar belakang, Arifin tidak asing dengan sektor ESDM. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Pupuk Indonesia tahun 2010 - 2015. Arifin menyelesaikan pendidikan sarjana dari Institut Teknologi Bandung jurusan Teknik Kimia pada tahun 1972. Tahun 2011, ia pernah menerima Honorary Fellowship Award dari AFEO (ASEAN Federation of Engineering Organization), atas kontribusinya dalam dunia keprofesian sebagai insinyur di Indonesia dan regional ASEAN.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.