Media Asing Heboh Soal Pencalonan Nadiem Makarim Sebagai Menteri

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemilik LSPR, Prita Kemal Gani dan CEO Go-Jek, Nadiem Makarim dalam MoU kerjasama LSPR dengan Go-Jek di bidang penelitian, 15 Mei 2018. Foto: LSPR Jakarta

    Pemilik LSPR, Prita Kemal Gani dan CEO Go-Jek, Nadiem Makarim dalam MoU kerjasama LSPR dengan Go-Jek di bidang penelitian, 15 Mei 2018. Foto: LSPR Jakarta

    TEMPO.CO, Jakarta -Masuknya Nadiem Makarim ke dalam jajaran calon menteri kabinet Joko Widodo-Ma'ruf Amin menjadi santapan awak media. Tak hanya disorot di dalam negeri, nama besar Bos Gojek tersebut terbukti mampu memikat media internasional dan menempatkannya dalam judul-judul pemberitaan.

    Tak lama setelah tersiar kabar dipanggilnya sosok muda berusia 35 tahun itu ke Istana Presiden pada Senin, 21 Oktober 2019, laman South China Morning Post mempublikasikan berita dengan judul “Indonesia’s Gojek CEO Nadiem Makarim resigns to join new Jokowi Government”.

    Outlet berita yang dimiliki Alibaba Group ini mengabarkan bahwa Nadiem disebut-sebut kemungkinan akan diserahi tanggung jawab sebagai menteri di bidang pendidikan atau mengurusi usaha kecil dan menengah.

    Selain South China Morning Post, ada pula CNBC yang mengonfirmasikan perihal bergabungnya Nadiem dalam kabinet baru Presiden Jokowi melalui judul “Gojek names co-CEOs after founder Makarim leaves to join Indonesia’s new cabinet”.

    Kantor berita berbasis di Amerika Serikat (AS) ini mengabarkan perihal pengumuman sosok pengganti Nadiem setelah CEO perusahaan penyedia layanan transportasi daring itu memutuskan menerima tawaran Presiden Jokowi untuk bergabung.

    “Kami sangat bangga bahwa founder Gojek kami akan memainkan peran signifikan dalam membawa Indonesia maju ke panggung dunia,” tulis juru bicara Gojek dalam suatu pernyataan.

    Gojek disebut akan menghadirkan pemimpin baru, Andre Soelistyo, Presiden Gojek Grup dan Kevin Aluwi, co-founder Gojek untuk berbagi tanggung jawab menjalankan perusahaan sebagai co-CEO.

    Tak ingin ketinggalan, media asal Singapura Channel News Asia merilis berita berjudul “Gojek CEO Nadiem Makarim quits to join Indonesian cabinet, replacements named” dengan mengutip laporan Reuters.

    Nadiem dituliskan mengaku akan mundur dari jabatannya di Gojek karena menerima posisi sebagai menteri. Berdasarkan informasi dari media di Tanah Air, Nadiem disebut-sebut berpotensi mengisi peran menteri di bidang ekonomi digital atau pendidikan.

    Kepastian dan perincian mengenai peran Nadiem sendiri dikabarkan akan diumumkan oleh Presiden Jokowi pekan ini. Sementara itu, melalui artikel Bloomberg berjudul “Gojek’s 35-Year-Old Chief is Joining Indonesia’s New Cabinet”, founder perusahaan modal ventura East Ventures, Willson Cuaca melihat bahwa kabinet baru Presiden Jokowi akan diramaikan oleh kalangan muda dengan kemampuan mumpuni.

    “Ini menunjukkan bahwa Indonesia menghargai apa yang telah mereka lakukan untuk negara ini. Bagi Gojek, perusahaan mencapai titik bahwa meskipun Nadiem mengundurkan diri, bisnis berjalan seperti biasa,” terang Willson.

    Mengawali Gojek pada tahun 2010, Nadiem Makarim terpilih sebagai salah satu dari 50 tokoh yang mendefinisikan bisnis global pada tahun 2018 oleh Bloomberg Businessweek.

    Dewasa ini, Gojek hari memiliki lebih dari 2 juta driver dan 400.000 merchant, sementara aplikasinya telah diunduh lebih dari 155 juta kali di Asia Tenggara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.