Jadi Menteri, Nadiem Makarim Diharapkan Bisa Pangkas Birokrasi

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pendiri dan CEO Go-Jek (Gojek) Indonesia, Nadiem Makarim. TEMPO/Ratih Purnama

    Pendiri dan CEO Go-Jek (Gojek) Indonesia, Nadiem Makarim. TEMPO/Ratih Purnama

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya menilai masuknya pendiri Gojek Nadiem Makarim, yang mewakili simbol dunia digital dan kehadiran anak-anak muda di Kabinet Presiden Joko Widodo Jilid II akan membawa warna baru dalam dunia politik Indonesia ke depannya.

    "Nadiem ini simbol dunia digital, startup, anak muda dengan pencapaian yang luar biasa di bidangnya," kata Yunarto dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin.

    Di saat bersamaan, sambung pria yang kerap disapa Toto ini, masuknya Nadiem dalam kabinet secara langsung membuka ruang kepada anak muda untuk menggeluti politik praktis.

    "Biasanya selama ini ketika ingin masuk politik harus melalui partai politik atau ormas (organisasi kemasyarakatan). Tapi dengan masuknya Nadiem akan membuka ruang anak-anak muda punya pilihan baru yakni di politik," tuturnya.

    Toto menekankan tantangan yang akan dihadapi Nadiem tidaklah mudah, dimana hambatan terbesarnya ada pada birokrasi. Untuk itu, Toto berharap Nadiem dapat membawa gaya kerja startup yang egaliter dan disruptif ke dalam birokrasi.

    "Tantangan terberat Nadiem Makarim itu pada birokrasi di kementerian yang dipimpinnya. Kalau dia bisa membawa semangat gaya kerja di startup ke birokasi, maka ini efeknya bisa akan menular ke kementerian lainnya," ujarnya menjelaskan.

    Chief Economist BCA David E Sumual juga merespons positif masuknya Nadiem ke Kabinet Kerja Jilid II karena dinilai dia sebagai sosok yang paham dunia bisnis, sehingga bisa mendorong perubahan paradigma dalam transaksi ekonomi ke depannya.

    "Dia kan terbilang berhasil dengan platform transaksi digital lewat GoPay. Jadi menurut saya adanya Nadiem akan membuat penggunaan IT (informasi dan teknologi) dalam pengembangan strategi ekonomi digital," ujar David.

    David berharap Nadiem Makarim dapat memberikan terobosan dalam birokrasi yang selama ini dinilai masih menyulitkan dunia usaha. "Sudah menjadi rahasia umum birokrasi di sini rumit. Perlu orang yang paham memanfaatkan teknologi sehingga mempermudah birokrasi dalam hubungannya dengan dunia usaha," tuturnya.

    David juga menyinggung kehadiran Nadiem Makarim dalam kabinet akan mengundang investasi yang lebih banyak ke Indonesia. "Dia terbukti berhasil mengundang investasi global ke perusahaan yang dirintisnya. Ini bisa menjadi contoh dalam pengembangan dan dia juga sudah punya jaringan investor yang bisa dimanfaatkan untuk pengembangan sektor lain yang bukan hanya startup," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.