Raksasa Properti Cina Digandeng Garap Aerocity Bandara Kertajati

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejak  pemindahan penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara  Bandung (BDO) per 1 Juli 2019 ini, Bandara Internasional Kertajati (KJT) mulai terlihat sibuk.

    Sejak pemindahan penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara Bandung (BDO) per 1 Juli 2019 ini, Bandara Internasional Kertajati (KJT) mulai terlihat sibuk.

    TEMPO.CO, Bandung - PT Bandaraudara Internsaional Jawa Barat (BIJB), melalui anak usahanya PT BIJB Aerocity Development (AD), menggandeng Homnicen Group, salah satu raksasa properti asal Cina untuk mengembangkan kawasan Aerocity Bandara Kertajati di Majalengka.

    “Mereka berencana membangun dua kluster. Pertama kluster creative tehcnology centre, dan kedua bussiness park,” kata Direktur PT PT BIJB Aerocity Development, Alfiansyah di Bandung, Jumat, 18 Oktober 2019.

    Nota kesepahaman rencana investasi tersebut diteken di sela West Java Investment Summit (WIJS) 2019 di Bandung, Jumat. Nota kesepahaman itu diteken PT BIJB Aerocity Development dan Guiyang Hongyi Real Estate Developmet Co,. Ltd, anak usaha Homnicen Grup. Setelah nota kesepahaman itu, progres menuju kesepakatan diharapkan tidak akan lebih dari 6 bulan.

    Alfi mengatakan, seluruh kluster yang dibidik Homnicen itu menembus 1.300 hektare. Creative technology center sekitar 800 hektare, dan bussiness park 500 hektare.

    Alfi mengatakan, penjajakan dengan Homnicen sudah dilakukan sejak Januari 2019. Dia mengklaim, perusahaan Cina itu mampu. “Homnicen ini salah satu perusahaan properti terbesar di Cina, mereka nomor 7-8 terbesar. Proyek terbesar mereka di Provinsi Guiyang, mereka membangun satu kota. Semua punya mereka dari rumah sakit, hotel, perkantoran, gedung dan sebagainya,” kata dia.

    Nilai investasi yang ditanam untuk pengembangan seluruh kluster tersebut menembus Rp 100 triliun. “Kalau inisiasi investasi sekitar Rp 2-3 triliun, baru untuk pembebasan lahan, pematangan lahan, dan sebagainya. Tapi kalau untuk pembangunan dan sebagainya proyek ini diperkirakan di atas Rp 50 triliun sampai Rp 100 triliun,” kata Alfi.

    Alfi mengatakan, Homnicen tengah membidik sejumlah proyek properti di sejumlah tempat di Indonesia, hingga akhirnya memutuskan menanam investasinya pada proyek Aerocity Bandara Kertajati.

    “Mereka melihat (Jawa Barat) jumlah penduduknya besar, spending besar, dan saat ini memang negara-negara yang bisa growth di atas 5 persen terbatas sekali. Dan Indonesia salah satunya, dan growth Jawa Barat termasuk paling tinggi di Indonesia bahkan di atas nasional rata-ratanya,” kata dia.

    Alfi mengatakan, PT BIJB Aerocity Development tengah bersiap memulai pengembangan proyek Aerocity. PT BIJB misalnya sudah bekerja-sama dengan PT PP Pro untuk membangun apartemen untuk hunian. “Kita targetkan November ini ground-breaking tahap 1. Mudah-mudahan sampai 2024 sudah bisa selesai. Sekarang segala perizinan sudah kita lengkapi. Ketika ada investor mau masuk, kita sudah menyiapkan segala fasilitasnya,” kata dia.

    Alfi mengatakan, saat ini Bandara Kertajati  membutuhkan properti. “Sekarang ini di Kertajati sudah ada kurang lebih 1.500 pekerja airport, dari karyawan bandara, karyawan ground-handling, karyawan pendukung yang bekerja di sana . Namun tidak ada fasilitas perumahan yang memadai,” kata dia.

    AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.