Tol Listrik Rampung, PLN Jamin Kualitas Lebih Ekonomis

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemerintah Tolak Pembatalan Empat Proyek Listrik

    Pemerintah Tolak Pembatalan Empat Proyek Listrik

    TEMPO.CO, Makassar -PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat telah merampungkan proyek tol listrik, yang memiliki panjang 797 kilometer sirkuit, dengan jumlah menara sebanyak 1.263. Jaringan transmisi tersebut melalui enam gardu induk PLN yakni di wilayah Wotu, Malili, Lasusua, Kolaka, Unaha, dan Kendari.

    “Jaringan transmisinya bertegangan 150 kilovolt,” kata General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Sulawesi Bagian Selatan, I Putu Riasa, pada Jumat 18 Oktober 2019.

    Menurutnya, pembangunan itu berhasil menginterkoneksikan jaringan listrik dari Sulawesi Selatan ke Sulawesi Tenggara, dan sebaliknya. Jaringan tersebut mampu mensurplus hingga 400 megawatt, dengan daya 1.510 mega watt. “Kami suplai untuk memenuhi kebutuhan listrik di Sulawesi Tenggara yang kekurangan daya,” ucap I Putu.

    Dengan begitu, ia menjamin sistem kelistrikan di wilayah timur semakin membaik. Apalagi bisa menghemat biaya pokok penyediaan PT PLN Sulselrabar Rp 44,3 miliar. “Jadi kita juga memangkas biaya pokok penyediaan Rp 62,5 per kilo watt hour untuk interkoneksi,” tutur dia.

    Oleh sebab itu, I Putu berujar bahwa dengan penurunan biaya pokok penyediaan PLN bisa memilih pembangkit melalui produksi murah untuk pendistribusian listrik ke pelanggan lewat jaringan tol listrik. “Ini juga bisa meningkatkan kualitas sistem kelistrikan di Sulawesi Tenggara yang ekonomis dan ramah lingkungan,” kata dia.

    Bahkan dia mengatakan siap menerima investor yang ingin berinvestasi ke Sulawesi Tenggara. Pasalnya sudah dapat memenuhi kebutuhan listrik berskala besar. “Bahkan ke depan kami bisa tampung pabrik smelter yang memiliki kebutuhan listrik sebsear 3.500 megawatt,” ucap dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.