Himpun Dana Rp 3 Triliun, Indonesian AID Bantu 7 Negara

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan RI Sri Mulyani dan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi. Instagram/@retno_marsudi

    Menteri Keuangan RI Sri Mulyani dan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi. Instagram/@retno_marsudi

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia secara resmi meluncurkan Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional atau disebut Indonesian Agency for International Development (Indonesian AID). Dibentuknya Indonesian AID ini untuk memperkokoh kontribusi dan peran Indonesia bagi perdamaian dan kesejahteraan dunia.

    Lembaga ini diharapkan dapat mendorong kemitraan global dan memperkokoh kerja sama Selatan-Selatan. "Termasuk untuk pencapaian SDGs (Sustainable Development Goals) karena banyak negara yang memerlukan kerja sama. Sekaligus kita tunjukkan bahwa kerja sama internasional penting sekali karena kalau tidak saling membantu pasti ada yang tertinggal," ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat 18 Okktober 2019.

    Pemberian dana bantuan internasional melalui Indonesian AID ini telah berlangsung sejak tahun lalu. Menurut Retno, saat ini dana yang tersedia melalui Indonesian AID telah mencapai Rp3 triliun. Untuk tahun ini, Indonesian AID telah menggelontorkan dana bantuan untuk tujuh negara.

    "Tahun ini sudah ada lima negara Pasifik dan dua negara Asean. Yang sudah kita lakukan itu, tapi ini belum selesai," kata Retno.

    Adapun lima negara Pasifik yang menerima bantuan dana tersebut, antara lain Solomon Island, Nauru, Tuvalu, Fiji, dan Kiribati. Sedangkan dari negara Asean adalah Myanmar dan Filipina.

    Retno mengatakan, pemberian dana bantuan Indonesian AID tidak dibatasi pada sektor tertentu. Negara yang memerlukan dapat menentukan penggunaan dana untuk sektor yang dibutuhkan, asalkan sejalan dengan garis pembangunan Indonesia.

    BISNIS

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.