Menag: Pengusaha Tak Harus Terburu-buru Sertifikasi Halal

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Agama Lukman Hakim saat memberikan keterangan kepada media terkait hasil sidang isbat 1 Syawal 1440 H di Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta, 3 Juni 2019. Berdasarkan hasil sidang, 1 Syawal 1440 H atau hari raya Idul Fitri jatuh pada hari Rabu, 5 Juni 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Menteri Agama Lukman Hakim saat memberikan keterangan kepada media terkait hasil sidang isbat 1 Syawal 1440 H di Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta, 3 Juni 2019. Berdasarkan hasil sidang, 1 Syawal 1440 H atau hari raya Idul Fitri jatuh pada hari Rabu, 5 Juni 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, JakartaMenteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengimbau pelaku usaha mulai melakukan sertifikasi halal. Meski, ia tidak menyarankan mereka terburu-buru dalam mengurus sertifikasi halal tersebut. Beleid Jaminan Produk Halal terhitung berlaku mulai hari ini, Kamis, 17 Oktober 2019.

    "Tidak perlu semuanya cepat-cepatan," ujar Lukman di Kantor Badan Pusat Statistik, Jakarta Kamis, 17 Oktober 2019. Ia mengatakan para pelaku usaha punya waktu lima tahun untuk mengantongi sertifikasi halal.

    Waktu lima tahun, menurut Lukman, cukup panjang bagi pelaku usaha untuk mempersiapkan jaminan produk halal tersebut. Sehingga, ia berharap tidak ada antrean panjang di loket pendaftaran sertifikasi halal tersebut.

    "Ini kan lima tahun, jadi kita kan tidak perlu terburu-terburu, tergopoh-gopoh," kata dia. "Jangan dibayangkan hanya sehari sehingga ada antrean di loket. Ini kan lima tahun."

    Lukman mengatakan nantinya pendaftaran sertifikasi halal bisa dilakukan secara manual dan online. Saat ini, pendaftaran diprioritaskan manual lantaran ia menilai para pelaku usaha UMKM tidak terbiasa dengan sistem online.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.