Sinar Mas Akan Jadi Pemegang Saham Bank CCB Indonesia

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk. foto/kprccb.id

    PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk. foto/kprccb.id

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Sinar Mas Multiartha Tbk. akan menjadi pemegang saham PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk. Entitas anak Sinar Mas Group ini menjadi pembeli siaga Penawaran Umum Terbatas (PUT) V bank hasil penggabungan PT Bank Windu Kentjana International Tbk. dan PT Bank Antardaerah pada 2016 tersebut.

    Dikutip dari keterbukaan informasi yang disampaikan hari ini, CCB Indonesia hendak menerbitkan 32 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp 100. "Total saham baru tersebut merupakan 65,8 persen dari jumlah beredar setelah PUT V," seperti dikutip dari keterbukaan informasi, Kamis, 17 Oktober 2019.

    Setiap pemegang saham lama diberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Apabila pemegang saham perseroan tidak melaksanakan hak sesuai dengan porsi sahamnya, kepemilikan akan terdilusi paling banyak 65,8 persen. 

    Pada saat prospektus diterbitkan, CCB Corporation merupakan pemegang saham pengendali (PSP) dengan kepemilikan 9,97 miliar saham atau dengan porsi sebesar 60 persen.

    Kemudian Johny Wiraatmadja dan Kiki Hamidjaja, masing-masing, memiliki sebanyak 21,32 persen atau 3,54 miliar saham dan 5,21 persen atau 866,48 juta saham. Sisanya, 13,47 persen dimiliki oleh publik dengan kepemilikan kurang dari 5 persen. Hal tersebut telah disetujui oleh Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan pada pekan lalu.

    Sebelumnya Sekretaris Perusahaan CCBI Andreas Basuki mengatakan bahwa target penghimpunan dana segar dari PUT V senilai Rp 3,2 triliun. Dana segar akan diserap bank untuk meningkatkan modal inti perusahaan untuk naik kelas menjadi bank umum kelompok usaha (BUKU) III. Adapun per Juni 2019 modal inti CCB Indonesia sebesar Rp 2,09 triliun. 

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?