JK Beri Isyarat Menteri yang Tidak Lanjut Kabinet Jokowi Jilid II

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kanan) bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla (kiri) memasuki ruang pelantikan anggota DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selasa, 1 Oktober 2019. ANTARA

    Presiden Joko Widodo (kanan) bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla (kiri) memasuki ruang pelantikan anggota DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selasa, 1 Oktober 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintahan Presiden Joko Widodo tinggal menghitung hari menuju jilid II. Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla atau JK mengucapkan pesan perpisahan pada sambutan pembukaan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-34 tahun 2019 di ICE BSD City, Tangerang Selatan. Dia mengucapkan terima kasih kepada bangsa Indonesia karena telah bekerja sama dengan dirinya dalam membangun negara untuk menjadi lebih baik.

    "Dalam kesempatan ini saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih atas kerja sama semua. Terima kasih atas upaya bersama dalam kesempatan kita semua," kata JK di BSD, Tangerang, Rabu 16 Oktober 2019.

    JK sangat berterima kasih karena kerja sama semua pihak dapat mencapai pertumbuhan yang baik. "Walaupun belum maksimum yang kita capai dalam kesempatan kali ini," ujarnya.

    Jusuf Kalla menyebut, bahwa dalam acara ini ada menteri kabinet Jokowi Jilid I yang kemungkinan tidak akan menjabat lagi pada periode selanjutnya sebagai pembantu Presiden. Namun, ia belum bisa memastikan nama-nama yang akan berhenti.

    "Juga tentu atas nama-nama teman-teman yang ada di sini, walaupun juga ada yang akan berlanjut, tapi saya tidak tahu," tuturnya.

    Adapun dalam pembukaan Trade Expo Indonesia 2019, turut hadir juga Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri BUMN Rini Soemarno, dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf.

    Kemudian ia melanjutkan pidatonya bahwa perdagangan adalah suatu hal penting dalam memenuhi kebutuhan suatu negara, walaupun dimana kebutuhan kita harus dipenuhi dari barang yang berasal dari luar negeri.
    "Itulah esensi perdagangan internasional yang tentu harus jadi tumpuan kita semua," ungkap dia.

    JK berharap, untuk perdagangan Indonesia ke depan lebih baik dengan menjalin banyak hubungan dengan banyak negara dan menciptakan kemakmuran bersama.
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.