Kupang Waspadai Flu Babi Afrika yang Ditemukan di Timor Leste

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seekor bayi Babi Liar bersama induknya di Ngorongoro Crater, Tanzania, Afrika Timur, pada akhir Januari 2013. abcnews.go.com

    Seekor bayi Babi Liar bersama induknya di Ngorongoro Crater, Tanzania, Afrika Timur, pada akhir Januari 2013. abcnews.go.com

    TEMPO.CO, Kupang - Kepala Dinas Peternakan Provinsi Nusa Tenggara Timur Dani Suhadi mengingatkan para peternak babi di Kabupaten Kupang yang berbatasan dengan negara Timor Leste untuk mewaspadai munculnya flu Babi Afrika ( Afrika Swine Fever) yang menyerang ternak Babi.

    "Flu Babi Afrika menyerang segala usia babi sehingga perlu diwaspadai para peternak di Kabupaten Kupang yang menjadi kantong ternak Babi terbesar di Pulau Timor," kata Dani Suhadi di Kupang, Rabu, 15 Oktober 2019.

    Dani Suhadi mengatakan hal itu dalam sosialisasi kewaspadaan dini terhadap serangan penyakit African Swine Fever (ASF) bagi para peternak Babi di Kabupaten Kupang menyusul telah ditemukanya flu Babi Afrika di Timor Leste yang berbatasan dengan Kabupaten Kupang.

    Ia menyebutkan, 421.031 ekor Babi di Kabupaten Kupang berpotensi mengidap flu Babi Afrika apabila tidak dilakukan upaya antisipasi secara dini.

    Menurut dia, apabila 421.031 ekor Babi di Kabupaten Kupang terserang flu Babi Afrika maka dapat menimbulkan kerugian materil sebesar Rp 1,429 miliar.

    Dia menjelaskan, penyakit flu Babi Afrika dapat menyerang babi dari segala usia baik itu babi domestik maupun babi liar namun tidak menular ke spesies lain termasuk manusia.

    Dia mengatakan, Virus ASF sangat berbahaya bagi peternak babi karena jika terjangkit virus tersebut dapat berakibat pada kesakitan dan kematian pada babi dengan tingkat mencapai 100 persen.

    "Kontaminasi terjadi melalui kontak langsung dengan jaringan dan cairan tubuh dari Babi yang terinfeksi termasuk pembuangan dari hidung, mulut, urine dan feses atau semen yang terinfeksi," kata Dani Suhadi.

    Dani Suhadi menambahkan bahwa virus yang menyerang ternak Babi menyebar melalui transportasi dan konsumsi produk makanan yang terkontaminasi karena tidak ada vaksinasi yang terbukti mencegah atau menyembuhkan infeksi tersebut.

    Ia mendorong para peternak Babi di Kabupaten Kupang untuk melakukan pengendalian dari peternakan dengan pemberian vaksin yang teratur terhadap semua babi yang ada sehingga memiliki kekebalan tubuh yang memadai. 

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.