Sri Mulyani Ramalkan Pertumbuhan Ekonomi 2019 Capai 5,08 Persen

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution berbincang dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani (kiri) saat pembukaan perdagangan 2019 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu, 2 Januari 2019. ANTARA

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution berbincang dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani (kiri) saat pembukaan perdagangan 2019 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu, 2 Januari 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia total pada 2019 mencapai 5,08 persen, kendati belakangan perekonomian global tengah diterpa ketidakpastian.

    "Kita lihat kuartal III dan IV mungkin yang harus kita lihat adalah investasi apakah masih akan tetap di level 5 persen itu, dan juga dinamika ekspor impor," ujar dia di Kantor Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Senin, 14 Oktober 2019.

    Adapun pada sektor konsumsi, dia berharap adanya stabilitas harga hingga terjadinya deflasi membuat indeks kepercayaan konsumen kuat. Sehingga, tingkat konsumsi bisa terjaga di angka 5 persen.

    Ihwal ekspor impor, ia mengharapkan kondisi neraca dagang Indonesia membaik. Salah satunya, ia ingin penurunan ekspor yang dialami Indonesia dalam beberapa waktu belakangan bisa terus mengecil.

    "Harapan sekarang ini semoga ada keputusan interim antara Trump (Presiden AS Donald Trum) dan RRT (Cina) mungkin ini juga akan memberikan dampak positif. Sehingga nanti kita lihat ya," ujar dia.

    Pada impor, dia melihat adanya pelemahan pada kondisi kegiatan di dalam negeri. Ia meyakini angka impor akan sejalan dengan tren tersebut. "Impor ini juga menunjukan leading indikator, jadi yang selama ini sudah negatif itu menggambarkan mereka juga akan mengurangi stok atau mungkin juga pengaruhnya kepada growth," tutur dia. "Jadi nanti kita lihat dari sisi neraca perdagangannya."

    Meski demikian, dia mengatakan bahwa pemerintah tidak melakukan proyeksi terhadap hasil neraca perdagangan September 2019 yang akan diumumkan oleh Badan Pusat Statistik pada Selasa, 15 Oktober 2019. Ia hanya menyebut perkembangan perekonomian global masih diliputi ketidakpastian.

    "Kita sendiri di dalam negeri, Kita lihat dari komponen-komponen yang terpengaruh oleh dinamika global itu ekspor impor kita," kata Sri Mulyani.

    Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia masih bisa mencapai 5 persen pada kuartal III 2019. Hal itu, kata dia, karena faktor konsumsi rumah tangga yang masih tinggi.

    "Karena kan kita lebih banyak tergantung demand di dalam negeri daripada ekspor. Jadi jangan dicampur aduk, dunia sedang payah jangan dianggap kita juga payah," kata Darmin di kantornya, Jakarta, Rabu, 9 Oktober 2019.

    Darmin melihat peranan ekspor dan impor Indonesia tidak terlalu tinggi terhadap Produk Domestik Bruto atau PDB. Dia mengatakan memang ada pengaruh dari perdagangan global terhadap perekonomian Indonesia, namun tidak sebanyak terhadap Malaysia dan Singapura. "Singapura pertumbuhannya sudah nol," ujar dia. 

    Menurut Darmin, ekspor dan impor Indonesia lemah dalam enam bulan terakhir. Namun dia melihat impornya dari penggunaan bahan baku dan barang modal, mulai naik saat ini. "Nah tetapi dia sejak bulan lalu dia mulai membaik lagi. Tapi jangan lupa, kalau bahan baku itu, tidak serta merta begitu impornya turun growth-nya turun," kata dia.

    CAESAR AKBAR | HENDARTYO HANGGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.