Tiga Bandara Kemenhub Resmi Dikelola oleh PT Angkasa Pura I

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menunjukkan tiket perjalanan kereta bandara disela peresmian layanannya di Stasiun KA Bandara Manggarai, Jakarta, Sabtu, 5 Oktober 2019. Kereta pertama dari Manggarai yaitu pada pukul 05.10 WIB, sedangkan dari Soekarno Hatta kereta pertama berangkat pukul 06.20 WIB. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menunjukkan tiket perjalanan kereta bandara disela peresmian layanannya di Stasiun KA Bandara Manggarai, Jakarta, Sabtu, 5 Oktober 2019. Kereta pertama dari Manggarai yaitu pada pukul 05.10 WIB, sedangkan dari Soekarno Hatta kereta pertama berangkat pukul 06.20 WIB. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Tempo.Co, Jakarta - PT Angkasa Pura I Persero telah mengambil alih pengelolaan tiga bandara milik Kementerian Perhubungan. Ketiga bandara itu adalah Bandara Sentani Papua, Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu, dan Bandara HAS Hanandjoeddin Bangka Belitung. 
     
    Prosesi ambil alih tata kelola itu ditandai dengan penekenan nota kesepahaman antara Angkasa Pura I dan Kementerian Perhubungan pada Ahad, 13 Oktober 2019. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang hadir dalam acara itu mengatakan tiga bandara yang semula dikelola oleh Kementeriannya bakal dilepas kepada perseroan melalui kerja sama pemerintah dan badan usaha atau KPBU. 
     
    “Hari ini ada 3 (tiga) bandara yang dikerjasamakan, setelah sebelumnya Bandara Tjilil Riwut di Palangkaraya dan yang akan datang ada ada satu lagi, yaitu Bandara Labuan Bajo. Jadi total ada 5 bandara yang dikerjasamakan,” ujar Budi Karya dalam keterangan tertulis, Senin, 24 Oktober 2019. 
     
    Menurut Budi Karya, pemerintah akan memberikan konsesi atau izin pengelolaan selama 30 tahun. KPBU ini diklaim menghemat APBN hingga Rp 100 miliar. 
     
    Pemerintah akan memanfaatkan pendapatan dari anggaran yang didapat dari hasil penghematan untuk membangun dan merawat bandara lain yang berada di daerah terluar. Setelah kerja sama ini, Budi Karya berharap swasta makin tertarik menanamkan investasinya untuk mengembangkan bandara-bandara lainnya di Indonesia. 
     
    "Saya pikir ini suatu iklim investasi yang bagus, karena dengan pemerintah memberikan kesempatan kepada swasta untuk berkembang. Maka, banyak lagi swasta yang percaya bahwa pemerintah memberikan kesempatan yang baik,” tuturnya. 
     
    Kementerian Perhubungan mencatat, total aset tiga bandara yang dikerjasamakan ini mencapai Rp 11,068 triliun. Aset Bandaa Fatmawati Soekarno Bengkulu tercatat sebesar Rp 2,504 triliun, Bandara H. As. Hanandjoeddin Tanjung Pandan mencapai Rp 1,759 triliun, dan Bandara Sentani Jayapura mencapai Rp 6,804 triliun.
     
    Dalam acara itu, hadir Dirjen Perhubungan Udara Polana B. Pramesti, Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi , dan Direktur PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin. 
     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.