Akses Baru ke Priok, Jalan Tol Cibitung-Cilincing Beroperasi 2020

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja melakukan pengecoran tiang jalan tol cilincing - priok di  Tanjung Priok, Jakarta, Minggu (15/4). TEMPO/Dasril Roszandi

    Pekerja melakukan pengecoran tiang jalan tol cilincing - priok di Tanjung Priok, Jakarta, Minggu (15/4). TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Cibitung Tanjung Priok Port Tollways memproyeksikan pembangunan jalan tol Cibitung-Cilincing rampung pada 2020. Jalan tol sepanjang 34 kilometer itu akan menjadi akses baru menuju Pelabuhan Tanjung Priok.

    Direktur Teknik PT Cibitung Tanjung Priok Port Tollways (CTP) Ari Sunaryono mengatakan bahwa jalan tol Cibitung—Cilincing membentang di wilayah Jawa Barat dan DKI Jakarta. Per 3 Oktober 2019, progres pembebasan lahan telah mencapai 80,12 persen, sedangkan progres konstruksi 61,24 persen.

    Dia menyebutkan bahwa progres lahan dan konstruksi proyek wilayah Jawa Barat lebih cepat ketimbang di DKI Jakarta. Ari menjabarkan bahwa progres pada sisi Jawa Barat sejauh 30,17 kilometer mencapai 87,17 persen untuk lahan dan 72,12 persen untuk konstruksi.

    Adapun, progres lahan dan konstruksi di wilayah DKI Jakarta sepanjang 4,58 kilometer masing-masing mencapai 25,14 persen dan 19,24 persen. "Progres di sisi Jakarta memang lebih lambat karena startnya juga tertinggal. Penlok [penetapan lokasi] baru terbit Oktober 2017 sehingga pengadaan tanahnya juga telat," ujar Ari, Kamis, 10 Oktober 2019.

    Keterlambatan pengadaan lahan di sisi Jakarta membuat target pengoperasian jalan tol tersebut juga mundur. Semula, jalan bebas hambatan yang masuk koridor Jalan Lingkar Luar Jakarta II ini dijadwalkan beroperasi pada 2019.

    Kendati demikian, Ari menyebutkan bahwa progres proyek tetap sesuai dengan harapan. Menurut dia, pembangunan jalan tol Cibitung—Cilincing cukup menantang karena dibangun di atas kontur lahan yang beragam.

    Jalan tol ini dibangun di atas tanah keras, tanah lunak, dan rawa. Walhasil, CTP menggunakan tiga jenis konstruksi sekaligus, yaitu tanah timbun (at grade), melayang (elevated), dan tiang pancang (pile slab).

    Di samping itu, proyek jalan tol Cibitung—Cilincing juga bersinggungan dengan tiga proyek infrastruktur lainnya, yaitu di Simpang Susun Cibitung. Lokasi itu menjadi pertemuan proyek jalan tol layang Jakarta-Cikampek, Kereta Cepat Jakarta—Bandung, dan jalan tol Cimanggis—Cibitung.

    Setelah rampung, jalan tol Cibitung—Cilincing akan menjadi alternatif menuju Pelabuhan Tanjung Priok. Konektivitas antara kawasan industri di Bekasi dan pelabuhan juga diyakini bakal lancar.

    PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) juga punya andil dalam pembangunan jalan tol Cibitung–Cilincing. Pelindo II memiliki 45 persen saham CTP melalui entitas anak PT Akses Pelabuhan Indonesia. Sementara itu, sisa saham sebesar 55 persen dimiliki oleh PT Waskita Toll Road, anak usaha PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.