Wings Air akan Tutup Sejumlah Penerbangan di Indonesia Timur

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Wings Air di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur, 25 September 2016. TEMPO/Nita Dian

    Pesawat Wings Air di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur, 25 September 2016. TEMPO/Nita Dian

    TEMPO.CO, Jakarta – Manajemen maskapai Wings Air berencana menutup sejumlah rute penerbangan di Indonesia Timur dalam waktu dekat. Corporate Communications Strategic of Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro mengklaim penutupan ini terkait dengan tingginya harga avtur yang membuat pengeluaran dari sisi operasional membengkak.

    “Avtur, terutama di Indonesia Timur, harganya lebih mahal. Ini membuat cost kami tidak sesuai (dengan pendapatan),” ujar Danang kepada Tempo, Jumat, 27 September 2019.

    Danang mengatakan saat ini harga avtur di Nusa Tenggara Timur, misalnya, menyentuh Rp 9.970 per liter. Sedangkan di Sulawesi Utara mencapai Rp 10.800 per liter. Di Sulawesi Tengah, harga bahan bakar pesawat ini tak jauh beda, yakni Rp 10.080 per liter.

    Harga avtur di bandara-bandara Indonesia Timur jauh lebih tinggi ketimbang yang dijual di Jakarta atau Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Di Soetta, kata Danang, avtur hanya dijual seharga Rp 7.970 per liter.

    Danang mengatakan entitasnya bakal memfokuskan pengoperasian Wings Air di tiga pulau dengan rute gemuk. Ketiganya adalah Kalimantan, Jawa, dan Sumatera. “Bahkan, kami akan tambah rute Palangkaraya ke Solo PP,” tuturnya.

    Sebelum mengumumkan niat bakal menutup sejumlah rute penerbangan di Indonesia timur, Danang mengatakan Wings Air juga bakal menyetop penerbangan di tujuh rute yang dianggap tidak menguntungkan. Ia menjabarkan tujuh rute itu adalah Batam-Tanjung Pinang, Palu-Morowali, Palu-Ampana, Kupang-Rote, Manado-Kao, Manado-Naha, dan Manado-Melanguane.

    Saat ini Wings Air melayani 119 rute domestik dan satu rute regional. Dengan jumlah rute itu, Wings Air mencatatkan frekuensi terbang lebih dari 350 penerbangan per hari. Danang mengklaim okupansi sejumlah rute rendah. “Angkanya rendah, di bawah rata-rata,” katanya tanpa menyebut angka okupansi secara rinci.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.